Munashoroh Palestina : Mengetahui Kondisi Palestina Terkini

Salah satu bentuk kepedulian Yayasan Ibnu Katsir terhadap Palestina adalah dengan mengadakan kegiatan “Munashoroh Palestina” pada senin, 31 Mei 2021 yang bertempat di Gedung Paud Qur’an Ibnu Katsir dengan digawangi oleh para personil Ibka Peduli. Dalam acara ini, Ustadz M. Syadid, Lc (Duta Palestina Nasional KNRP) yang pernah secara langsung datang untuk memberikan bantuan ke Palestina, datang untuk menjadi pembicara dalam acara ini.

Dalam acara ini, ustadz Syadid menyampaikan bahwa Al-Aqsha adalah suatu masjid yang telah Allah berikan berkah  sebagaimana tercantum dalam awal surat al-Isra’. Tak hanya untuk Al-Aqsha saja, tapi siapapun yang memiliki ‘keterikatan’ dengan masjid yang menjadi tempat isra’ Rasulullah SAW ini juga akan turut mendapat berkah dari Allah SWT. Maka dari itu, justru dengan membantu Palestina, kita akan memiliki keterikatan dengan masjid al-Aqsha dan hal tersebut akan mendatangkan berkah demi berkah dalam hidup kita.

Sekalipun hanya berlangsung sejak pukul 10 pagi dan dilanjutkan sejenak setelah dhuhur,  hampir seluruh informasi ter-update mengenai Palsestina disampaikan oleh ustadz Syadid. Secara umum, Palestina dinilai memenangkan pertempuran yang berlangsung hingga 11 hari tersebut. Bahkan, baru kali ini bandara Internasional Israel ditutup oleh pemerintah karena takut dengan serangan-serangan balasan yang dilancarkan, terlebih karena Iron Dome sebagai sistem pertahanan mutakhir yang mereka miliki sudah mulai dapat ditembus oleh rudal-rudal dari Palestina.

Di akhir sesi, Ibka Peduli menyerahkan donasi yang didapatkan melalui penggalangan dana selama 10 hari sebesar 20 Juta Rupiah melalui KNRP dan 10 Juta Rupiah melalui ACT. Ibnu Katsir dan KNRP juga saling bertukar souvenir untuk memperkuat hubungan baik yang telah terjalin selama ini.

Acara yang berlangsung offline untuk peserta terbatas dan online via zoom ini ditujukan untuk mengedukasi masyarakat, khususnya bagi para muslimin yang sedang memegang amanah kepemimpinan, baik di masyarakat, masjid, atau bahkan lembaga, agar masyarakat mengetahui bagaimana kondisi yang terjadi di Palestina di pertempuran Saif al-Quds yang berlangsung 11 hari sejak akhir bulan ramadhan tersebut.