Ibnu Katsir dan ACT akan Tingkatkan Kolaborasi

PONDOK Pesantren Alquran (PPA) Ibnu Katsir (Ibka) Jember dan jajaran akan terus meningkatkan kerjasama dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT), sebuah NGO yang selama ini konsen dengan berbagai persoalan kemanusian di Indonesia dan dunia. Salah satu kerjasama yang baru terjalin antara kedua belah pihak adalah penggalangan dana untuk Palestina di Majlis Dhuha, Desember 2017.

Komitmen itu terungkap dalam pertemuan informal antara Direktur Majlis Dhuha (MD) Ibnu Katsir Hari Setiawan dengan Branch Manager ACT Jawa Timur Ponco Sri Ariyanto di Hotel 88 Jember, Jumat (19/1) pagi. “ACT sangat terbuka untuk bekerjasama dengan pihak mana pun, termasuk Ibnu Katsir, bila ada program yang memungkinkan dikolaborasikan,” kata Ponco.

Salah satu potensi kerjasama yang sempat dibahas dalam pertemuan itu adalah pendampingan wakaf produktif. Sebab, wakaf produktif bisa menjadi instrumen pembiayaan yang paling bagus untuk dikembangkan guna menunjang operasional pesantren. “Sekarang tren global arahnya ke wakaf produktif. Dan sunnah Nabi memang wakaf adalah untuk sektor produktif, sehingga manfaatnya terus berkelanjutan,” sambung Ponco.

Apalagi, kata Ponco, ACT memiliki sebuah lini yang konsen dalam pengembangan wakaf. Yakni, Global Wakaf ACT. Saat ini Global Wakaf ACT sudah mengelola berbagai aset produktif dengan valuasi mencapai puluhan miliar rupiah. Dana pengelolaan wakaf inilah yang selama ini menjadi salah satu instrumen pembiayaan berbagai program di ACT.

Bila Ibnu Katsir tertarik untuk mengembangkan wakaf produktif, dia mengatakan, pihaknya akan memfasilitasi pendampingan melalui Global Wakaf ACT. “Alhamdulillah, salah seorang manajemen Global Wakaf ACT saat ini mantan direktur utama bank syariah pemerintah. Beliau selalu siap untuk diajak sharing dalam pengembangan wakaf produktif,” tandasnya.

 

KOLABORASI: Direktur Majlis Dhuha Ibnu Katsir Hari Setiawan (kiri) bersama Branch Manager ACT Jawa Timur Ponco Sri Ariyanto.

 

Menanggapi tawaran tersebut, Hari menyambut baik. Selama ini Ibnu Katsir banyak menerima dan mengelola wakaf dari masyarakat. Tetapi, tidak banyak yang terkelola sebagai wakaf produktif. Dengan kebutuhan operasional pesantren yang terus meningkat dari tahun ke tahun, sudah selayaknya jajaran Ibnu Katsir mulai konsen dalam mengembangkan wakaf produktif.

“Semua penawaran yang sangat baik ini akan kami tindak lanjuti dengan komunikasi ke pengurus dan pihak yayasan. Selama untuk kebaikan pesantren dan masyarakat, insya Allah penawaran ACT ini akan kami respons dengan baik,” pungkas Hari.

Sebagaimana diketahui, selama ini Ibnu Katsir menerima dan mengelola wakaf dari masyarakat. Sebagian besar berwujud aset properti, seperti tanah dan bangunan, maupun kendaraan operasional. (*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *