DAUROH SANTRI: Belajar Personal Branding dan Komunikasi

PEMBEKALAN WAWASAN: Para santri PPA Ibnu Katsir Putra Jember tengah mengikuti dauroh di Masjid Al Falah, kompleks pesantren, Ahad (19/1).

 

PARA mahasantri Pondok Pesantren Alquran (PPA) Putra Ibnu Katsir (Ibka) Jember, Sabtu (19/1), mengikuti dauroh santri di Masjid Al Falah, kompleks PPA Ibka Putra Jalan Mangga 18 Patrang. Dauroh kali ini mengangkat dua materi, yakni personal branding dan komunikasi.

Acara yang dilaksanakan usai shalat Subuh itu diisi oleh Hari Setiawan, yang menyampaikan materi tentang personal branding. Menurut dia, sebelum menentukan apa potensinya, seorang muslim harus memiliki 10 karakter utama. Oleh Imam Hasan Al Banna, 10 karakter utama itu merupakan penjabaran dari konsep muslim kaffah.

 

SESI I: Hari Setiawan, S.Sos

 

Ke-10 karakter itu adalah seorang muslim harus memiliki akidah yang selamat, ibadah yang benar, akhlak yang baik, serta fisik yang kuat. Lalu, memiliki wawasan yang luas, berkomitmen untuk mengendalikan hawa nafsu, disiplin waktu, tertib dalam semua urusan, berpenghasilan, bermanfaat bagi orang lain.

Orang yang kuat dalam 10 karakter kepribadian tersebut, lanjut Hari, akan menentukan nilai seseorang di hadapan manusia dan Allah SWT. “Sama-sama mobil, tapi kalau memiliki kekuatan dalam 10 karakter tersebut, ibarat mobil, dia sama dengan mobil senilai miliaran rupiah. Tapi, kalau tidak memiliki kekuatan dalam 10 karakter itu, ya dia jadi mobil yang nilainya mungkin belasan juta,” terangnya.

Kesepuluh karakter itu, sambung dia, merupakan sifat yang selayaknya dimiliki semua muslim, apa pun gender dan latar belakangnya. “Sedangkan personal branding, maka dia akan berbeda bagi setiap orang. Sederhananya, personal branding itu adalah Anda ingin dikenal sebagai apa? Kalau saya sebut Pak Habibie, di kepala orang pasti terpikir pesawat. Maka, personal branding Pak Habibie adalah ahli pesawat terbang,” terangnya.

 

SESI II: Ustadz Agus Rohmawan, SE

 

Sedangkan Ustadz Agus Rohmawan menjelaskan tentang pentingnya komunikasi. Mencontoh Rasulullah, maka komunikasi seorang muslim kepada orang lain haruslah lemah lembut. Konten komunikasinya adalah mengajak orang dalam kebaikan. “Perintah Alquran jelas, perkataan yang terbaik adalah menyeru orang dalam kebaikan dan taat kepada Allah,” tegas ketua Departemen Depdasos Yayasan Ibnu Katsir Jember ini. (*)

3 thoughts on “DAUROH SANTRI: Belajar Personal Branding dan Komunikasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *