Ustadz Abu Hasan Ceramah di PP Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo

BERI MOTIVASI QURAN: Ustadz Abu Hasan, SPdI, Al Hafidz (kanan) ceramah Usbu’iyyah Tafakkuriyyah di Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo, Rabu (24/1) malam.

 

MUDIR Pondok Pesantren Alquran (PPA) Ibnu Katsir (Ibka) Jember Ustadz Abu Hasan, SPdI, Al Hafidz pada Rabu (24/1) mendapat kesempatan memberikan ceramah di hadapan puluhan santri putri Ponpes Salafiyah Syafi’iyah, Sukorejo, Situbondo. Ustadz Abu memberikan suntikan motivasi tentang Alquran dalam acara yang dikemas Usbu’iyyah Tafakkuriyyah rangkaian haul masyaikh pesantren.

Sebagai peserta adalah santri putri program tahfidz, beberapa santri yang kuliah di beberapa kampus pesantren, guru madrasah diniyah, dan beberapa utusan pesantren lainnya. Hadir pula jajaran guru Alquran dan qiroat putri.

Dalam kesempatan itu, Ustadz Abu membongkar tentang kemuliaan manusia. Bahwa, yang membuat manusia mulia bukan yang paling cantik parasnya, paling cerdas otaknya, atau paling baik hatinya. “Tetapi, kemuliaan manusia itu karena di dadanya ada Alquran. Sebagaimana tulisan di depan rumah Kiai yang saya baca tadi, aku lebih khawatir bila di dada kalian tidak ada Alquran.” katanya.

Alquran, kata dia, akan memuliakan siapa pun yang membersamainya. Sebab, Alquran adalah kalam Allah yang termulia, diturunkan oleh malaikat paling mulia, pada bulan termulia di malam termulia, dan diwahyukan kepada manusia paling mulia di muka bumi. “Kalau cantik tidak, pintar enggak, shalihah juga tidak, dan Alquran pun tidak ada dalam dirinya, lantas apa yang mau kita banggakan?” cetusnya.

Untuk membersamai Alquran, menurut Ustadz Abu, harus diawali dengan senang mendengar bacaan Alquran. Bila sudah senang mendengar, maka harus naik tingkat menjadi senang membacanya. Jika sudah senang membacanya, maka harus senang menghafalnya, dan memahami isinya. Setelah itu, mengamalkan Alquran.

BEBERKAN ALQURAN: Ustadz Abu Hasan saat berbicara di depan puluhan santri Ponpes Salafiyah Syafi’iyah, Sukorejo.

 

Di kesempatan itu, beberapa santri mengajukan pertanyaan mengapa motivasi menghafal Alquran kerap menurun di tengah jalan. Menjawab pertanyaan ini, Ustadz Abu mengatakan, motivasi kerap turun saat menghafal bisa jadi ada beberapa penyebab.

Antara lain, tidak tahu apa keutamaan dan besarnya pahala bagi orang yang menghafal. Karena itu, dia menyarankan untuk selalu membaca dalil mengenai keutamaan dan besarnya pahala penghafal Alquran. Motivasi akan terus menyala karena tahu betapa senangnya bila mencapai tujuan. “Sebab, Allah sudah menjamin bahwa Alquran itu mudah dihafal. Alquran bukan beban, itu jelas dalam Quran,” tegasnya. (*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *