Gerhana Wujud Kebesaran Allah

SUNNAH: Ustadz Didik Hariadi, SPdI, Al Hafidz, menyampaikan khutbah usai shalat gerhana di Masjid Al Falah PPA Ibka Jember.

 

PONDOK Pesantren Alquran (PPA) Ibnu Katsir (Ibka) Jember bersama takmir Masjid Al Falah di Jalan Mangga, Patrang, Rabu (31/1) malam, menggelar shalat gerhana bulan (khusuf). Ratusan jamaah laki-laki dan perempuan memadati masjid sejak shalat Isya.

Shalat khusuf dilaksanakan setelah shalat Isya berjamaah. Hampir semua bagian masjid penuh oleh jamaah. Sebelum dimulai shalat, Ustadz Farid menjelaskan tata cara pelaksanaan shalat khusuf. “Setiap rakaat ruku’ dua kali. Sebelum ruku’ pertama, bacaan surat akan panjang. Ruku’ pun akan panjang. Setelah ruku’ pertama, kembali baca Al Fatihah, lalu bacaan surat lebih pendek dari sebelumnya. Nanti di rakaat kedua juga sama,” katanya.

Yang menjadi imam adalah Ustadz Nizam Alwi, Al Hafidz. Total waktu pelaksanaan shalat dari takbiratul ihram sampai salam memakan waktu 32 menit. Lalu, yang bertindak sebagai khotib adalah Ustadz Didik Hariadi, SPdI, Al Hafidz.

Dalam khutbahnya, Ustadz Didik mengajak semua jamaah untuk meningkatkan iman dan takwa. Gerhana bulan maupun matahari adalah wujud kebesaran Allah SWT.

Saat mendapati gerhana, Rasulullah Muhammad SAW selalu tampak ketakutan. Saking takutnya, Rasulullah keliru mengambil surban milik istrinya. Sebab, dalam Surat Al Qiyamah, salah satu tanda kiamat adalah berkurangnya cahaya bulan. “Gerhana bulan mengakibatkan cahaya bulan berkurang. Kiamat akan terjadi saat gerhana,” katanya.

Selain itu, dia mengajak jamaah untuk menegakkan sunnah saat terjadi gerhana. Selain melaksanakan shalat gerhana, sunnah lainnya adalah bersedekah. (*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *