Yuk, Shalat Gerhana di Ibka Putra

MALAM ini akan terjadi gerhana bulan total. Bila cuaca cerah, seluruh wilayah Indonesia akan bisa menyaksikan fenomena alam langka yang terjadi setiap 150 tahun sekali ini. Bulan akan tampak warna merah darah.

Sebagaimana tuntunan Rasulullah Muhammad SAW, muslim disunnahkan untuk melaksanakan shalat gerhana (khusuf). Untuk memfasilitasi muslim Jember, Pondok Pesantren Alquran (PPA) Ibnu Katsir (Ibka) Jember bersama takmir Masjid Al Falah di Jalan Mangga akan mengadakan shalat sunnah gerhana.

Shalat akan dilaksanakan setelah shalat Isya. Sebagai imam Ustadz Nizam Alwi, Al Hafidz dan khotib Ustadz Didik Hariadi, Al Hafidz.

Tidak ada perselisihan di antara ulama, shalat gerhana dikerjakan dua rakaat. Dan pendapat yang masyhur dari pelaksanaannya adalah pada setiap rakaatnya dua kali berdiri, dua kali bacaan, dua kali ruku’, dan dua kali sujud. Ini adalah pendapat Imam Malik, Imam al-Syafi’i, dan Imam Ahmad rahimahumullah.

Berikut pendapat mereka:

Pertama: Hadits Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma, ia mengatakan: “Terjadi gerhana matahari pada zaman Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, lalu beliau shalat dan orang-orang mengikuti shalat beliau. Kemudian beliau berdiri dalam waktu yang sangat panjang sepanjang sekitar bacaan surat Al-Baqarah. Kemudian beliau ruku’ dengan ruku’ yang sangat panjang. Kemudian beliau berdiri cukup panjang, namun lebih pendek dari yang pertama. Kemudian beliau ruku’ dengan ruku’ yang cukup panjang, namun lebih pendek daripada ruku’ yang pertama.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kedua: Hadits Aisyah Radhiyallahu ‘Anha, “Bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengerjakan shalat pada saat terjadi gerhana matahari. Kemudian beliau berdiri lalu bertakbir, lantas membaca bacaan yang sangat panjang. Kemudian ruku’ dengan ruku’ yang sangat panjang, kemudian mengangkat kepalanya sambil berucap, Sami’allahu Liman Hamidah. Beliau tetap berdiri seperti itu, kemudian membaca bacaan yang sangat panjang, tetapi lebih pendek dibandingkan bacaan yang pertama. Kemudian beliau ruku’ dengan ruku’ yang sangat panjang, tetapi tidak sepanjang ruku’ yang pertama. Kemudian beliau sujud dengan sujud yang panjang. Beliau melakukan itu pada rakaat kedua, kemudian mengucapkan salam.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Ketiga: Hadits Jabir Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata: “Pernah terjadi gerhana matahari pada masa RasulullahShallallahu ‘Alaihi Wasallam pada hari yang sangat panas. Kemudian beliau shalat bersama para sahabatnya dengan memperpanjang berdiri hingga membuat mereka jatuh tersungkur. Kemudian beliau ruku’ dengan panjang, lalu mengangkat kepalanya dan berdiri dengan masa yang panjang. Kemudian beliau ruku’ kembali dengan ruku’ yang panjang. Kemudian beliau sujud dua kali, lalu berdiri kembali. Beliau mengulanginya seperti rakaat pertama. Jadi shalat tersebut, empat kali ruku’ dan empat kali sujud.” (HR. Muslim, Abu Dawud, al-Nasai, dan Ahmad).

Mari ajak keluarga dan teman untuk shalat sunnah gerhana ini. (*)

 

Referensi tambahan: islampos.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *