Diganggu Jin, Taubati Masa Lalu Dahulu

MEMBEDAH PRAKTEK SYIRIK: Jamaah Majlis Dhuha menyimak tausiyah Ustadz M. Nadhif Khalyani.

 

KEJAHATAN di muka bumi tidak hanya akibat perbuatan manusia yang ingkar dengan Allah SWT, melainkan buah dari kolaborasi manusia dan jin. Kolaborasi kejahatan itu tidak hanya terjadi di zaman dulu, di era Nabi dan Rasul, tetapi akan terus terjadi sampai hari kiamat kelak.

Ustadz M. Nadhif Khalyani mengatakan, penguasa yang dzalim pun, juga kolaborasi dengan bangsa jin. “Seperti Fir’aun. Dia menjadi penguasa yang dzalim, punya penasehat dari dukun yang mengandalkan para jin dan setan,” katanya di depan para jamaah Majlis Dhuha (MD), Ahad (25/2).

Di era modern, kolaborasi manusia dan jin tidak hanya untuk kejahatan. Tetapi, juga dilakukan untuk kepentingan bisnis. Bahkan, dalam urusan asmara. “Dalam berbagai kasus, saya menemukan sejatinya bukan persoalan jin atau setannya yang kuat, tetapi yang bersangkutan punya masa lalu, dosa, yang belum ditaubati,” ungkapnya.

Ayah empat putra itu mencontohkan ketika seorang perempuan merasa diganggu jin. Setelah ruqyah, dirinya berdialog dengan perempuan itu. “Ternyata, dia punya dendam masa lalu dengan ayahnya yang telah dianggap menelantarkan dirinya, ibu, dan adik-adiknya. Setelah dialog panjang lebar yang saya minta dia bertaubat dari rasa dendam itu, alhamdulillah gangguan itu akhirnya hilang,” terangnya.

Ustadz kelahiran Kediri itu mengibaratkan sampah dan lalat. Bila di rumah banyak lalat, maka yang lazim dilakukan adalah menyingkirkan sampah dari rumah. Bukan menangkap lalat satu per satu. “Demikian pula dengan gangguan jin. Bukan jin yang kuat, tapi masa lalu dosa dan maksiat kita yang belum ditaubati itulah yang membuka celah jin mengganggu,” tegasnya.

Tauhid, kata Ustadz Nadhif, esensinya menegakkan hukum sebab akibat. Misalnya, jika seseorang ingin sukses, yang harus dilakukan adalah harus belajar, bekerja keras, dan sebagainya. Tetapi, jika ada yang menawarkan kesuksesan hanya dengan membakar menyan, pasti menyalahi hukum sebab akibat. “Hampir pasti itu pasti menyalahi tauhid,” tandasnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *