[MAJLIS DHUHA] Belajar kepada Keluarga Imran dalam Berinteraksi dengan Kitabullah

 

ALQURAN adalah sumber kemuliaan. Sesiapa pun yang memuliakan Alquran, ia akan ikut mulia. Demikian keluarga. Keluarga yang paling memuliakan Alquran, keluarga itu pula yang akan meraih kemuliaan. Lantas, bagaimana menjadikan biduk rumah tangga kita sebagai keluarga Qurani?

Temukan jawabannya di Majlis Dhuha edisi Maret, yang akan dilaksanakan Ahad (25/3) besok. Jamaah yang hadir di MD akan dibimbing Ustadz Alfin Shahih, Al Hafidz, agar memiliki peta jalan untuk menciptakan keluarga kita sebagai keluarga Qurani.

“Untuk menjadikan keluarga kita Qurani, selayaknya kita belajar dari keluarga Imran,” kata Ustadz Alfin, yang juga pengasuh Griya Tilawah, Malang, ini.

Keluarga Imran memiliki metode terbaik dalam berinteraksi dengan Kitabullah. Demikian pula bagaimana metode Nabi Zakaria  mengajarkan Kitabullah Yahya, putranya yang juga menjadi seorang Nabi, sebagaimana dibeberkan Allah SWT dalam Surat Maryam.

“Keberkahan keturunan kita ada pada kebaikan yang mereka tebarkan di mana pun mereka berada. Hal ini pun sebenarnya masih terkait bagaimana interaksi keluarga dengan Kitabullah, sebagaimana ucapan Nabi Isa dalam Surat Maryam,” terangnya.

Penasaran dengan peta jalan membentuk keluarga Qurani? Jangan sampai terlambat hadir di Majlis Dhuha, mulai pukul 06.00 di Aula Soenarjo Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia di Jl PB Sudirman, Patrang. Semakin awal Anda hadir, Anda akan mendapat tempat terbaik untuk fokus dalam menerima ilmu dari guru kita: Ustadz Alfin Shahih, Al Hafidz. (*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *