Bebaskan Keluarga dari Buta Aksara Alquran

ANTUSIAS: Para jamaah antusias mendengarkan ceramah dari Ustadz Alfin Shahih, Al Hafidz.

 

UNTUK membentuk keluarga Qurani dibutuhkan usaha bersama dari seluruh anggota keluarga. Pondasi dasar untuk membentuk keluarga Qurani adalah memastikan tidak ada anggota keluarga yang buta aksara Alquran.

Menurut Ustadz Alfin Shahih, Al Hafidz, dalam keluarga yang Qurani tidak ada anggota keluarga yang buta aksara Alquran. “Mulai dari ayah, ibu, anak-anak, semuanya harus melek aksara Quran. Karena, hal ini menjadi kunci untuk langkah kedua, yaitu membiasakan tilawah Alquran sebelum atau sesudah Subuh setiap hari,” katanya, di depan jamaah Majlis Dhuha, Ahad (25/3).

Selanjutnya, keluarga Qurani memiliki kebiasaan untuk tilawah dan tadabur Alquran. Bahkan, di kalangan sahabat, seperti Abu Hurairah, tidak ada waktu di dalam rumahnya, kecuali selalu terdengar keluarga yang membaca Alquran. “Mulai dari istri, anak, budak-budak, semuanya harus baca Alquran. Di keluarga Abu Hurairah ada semacam piket baca Alquran,” terang pendiri Griya Tilawah, Malang, ini.

Dengan adanya teknologi, kata dia, seharusnya rumah seorang muslim tidak boleh sepi dari bacaan Alquran, walau memutar MP3 atau YouTube. Tetapi, yang paling baik tetaplah bacaan Alquran itu dari anggota keluarga tersebut.

Karena itu, dia mengajak jamaah Majlis Dhuha agar masing-masing menumbuhkan kecintaan terhadap Alquran di lingkungan keluarga. Sebab, kondisi di masyarakat sejatinya masih banyak orang yang membutuhkan bimbingan Alquran. “Misalnya saat shalat di masjid. Pengalaman saya, dari satu shaf shalat jamaah, separo shaf itu bacaan Qurannya bagus itu sudah luar biasa. Faktanya, sangat sedikit orang yang baik bacaan Qurannya,” ujarnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *