Para Difabel Uji Fasilitas di Ibka Rembangan

RAMAH DIFABEL: Para difabel menguji beberapa fasilitas untuk jamaah difabel di Masjid Ibnu Katsir Rembangan.

 

SEJAK didesain dan dibangun beberapa tahun lalu, masjid yang berada di kompleks Ibnu Katsir (Ibka) Rembangan didesain agar bisa diakses oleh para jamaah difabel. Ahad (25/3) lalu, beberapa difabel menguji sejumlah fasilitas untuk mereka di masjid Ibka Rembangan.

Di masjid yang cukup megah itu, terdapat selasar di samping masjid yang bisa dilalui kursi roda. Masjid di Ibka Rembangan sendiri memiliki beberapa anak tangga yang cukup tinggi. “Dengan adanya selasar yang landai ini, dengan di bagian lantai terdapat permukaan yang kasar, memungkinkan kursi roda bisa naik tanpa selip,” kata Ustadz Agus Rohmawan, SE, dari Depdasos Yayasan Ibka Jember.

Selain itu, kata dia, belum lama ini di selasar tersebut juga dipasang pagar. Harapannya, selain untuk memberikan keselamatan, pagar itu bisa memudahkan para penyandang tuna netra untuk masuk ke dalam masjid.

“Memang, yang belum terpenuhi adalah semacam tempat duduk di lokasi wudhu. Tempat duduk yang biasanya permanen itu sangat penting buat jamaah yang tuna daksa, tidak sempurna fisiknya. Dengan adanya tempat duduk itu, mereka akan menjadi lebih mudah untuk wudhu,” terang Ustadz Agus.

Pihak Ibka, kata dia, secara perlahan akan meningkatkan fasilitas untuk jamaah difabel. Sebab, masjid seharusnya bisa diakses dengan mudah bukan hanya oleh jamaah yang fisiknya normal, tetapi juga untuk yang difabel. “Mereka memiliki hak yang sama dengan kita yang normal,” cetusnya. (*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *