Santri Putri Resmi Jalani Karantina Quran

ARAHAN: Ustadz Abu Hasan, SPd, Al Hafidz (berdiri) memberi arahan kepada santri putri angkatan I Ibka yang menjalani karantina mulai Senin (2/4).

 

SEBANYAK 22 orang santri putri Pondok Pesantren Alquran (PPA) Ibnu Katsir (Ibka) Putri Jember Senin (2/4) resmi menjalani karantina Quran. Kegiatan itu merupakan rangkaian awal wisuda Quran yang akan dilaksanakan awal September mendatang.

Secara bertahap, pada Senin pagi berbagai barang milik santri sudah dikirim lebih dulu ke Kebun Kaliwining Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka) Indonesia sebagai lokasi karantina. Barang yang dikirim mulai dari lemari es, kompor, sampai puluhan koper besar yang berisi perlengkapan pribadi santri.

Maklum, para santri angkatan I itu akan menjalani karantina selama 5 bulan. Di karantina itu mereka memiliki tugas untuk melancarkan hafalan Quran minimal 20 juz. Bila lancar minimal 20 juz, mereka bisa naik panggung wisuda. Tetapi, mereka tidak bisa naik panggung wisuda bila tidak mencapai target.

“Karantina ini diharapkan bisa menciptakan suasana yang baik bagi para santri untuk konsentrasi menghafalkan Quran. Di kegiatan ini mereka fokus menghafal, tidak untuk yang lain,” kata Ustadz Abu Hasan.

Para santri meninggalkan pondok putri di Kaliwates setelah asar. Semua santri angkatan I berpamitan kepada adik-adik kelasnya dan beberapa pengurus. Mereka berangkat ke Kaliwining dengan naik bus Quran dengan diantar beberapa pengurus dan donatur. Seperti, Ustadz Abu Hasan, mudir putra; Ustadzah Nurhayati, mudir putri, Ustadzah Ivatul Khairiah; Ustadz Agus Rohmawan, dan Hj Aliah M. Suharman, muwakif pertama Ibka

Sekitar dua pekan sebelumnya, para santri putra angkatan 4 yang akan wisuda Quran tahun ini juga menjalani karantina Quran. Mereka dikarantina di Ibka 5 Batu. Targetnya pun sama: lancar minimal 20 juz untuk bisa naik panggung wisuda Quran. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *