Bang Bonar Silaturahim ke Ibka Sambil Donasi Rp 70 Juta

KUNJUNGI IBKA: Bang Bonar (tiga dari kiri) bersama istri (empat dari kiri) saat silaturahim ke Ibnu Katsir.

 

BONAR Ridwan Harahap. Nama yang tidak asing bagi keluarga besar Ibnu Katsir (Ibka). Pengasuh pengajian Tafakur Meditasi Islam (TMI) beberapa kali mengisi pengajian di Aula Quran Alia di kompleks Pondok Pesantren Alquran (PPA) Ibka Putri di Kaliwates.

“Terakhir kali saya datang ke tempat ini 2015. Alhamdulillah, sekarang saya bisa hadir di sini, kembali bertemu dengan para pengurus dan santri di Ibnu Katsir serta ibu-ibu alumni TMI di Jember,” kata pria yang biasa disapa Bang Bonar itu, saat silaturahim di Ibka Putri, Selasa (3/4).

Setelah hampir 3 tahun, Bang Bonar kembali berkesempatan ke Jember. Dia hadir bersama istrinya. “Beliau ke Jember untuk menjenguk mertua yang sakit. Tetapi, beliau bersedia silaturahim bersama kita. Terima kasih kami ucapkan kepada Bang Bonar dan Bu Rita (istri Bang Bonar, Red),” ujar Hj. Aliah M. Suharman, inisiator acara bersama Bang Bonar, yang juga alumnus TMI sekaligus muwakif aula Quran.

Dalam kesempatan itu, Bang Bonar memberikan tausiyah kepada puluhan tamu dan undangan. Ustadz yang juga akrab disapa Bang Bo ini kembali mengingatkan pentingnya zikir dengan bacaan tasbih. “Bila seseorang membiasakan baca subhanallah setiap saat, sesugguhnya dia tengah membangun kedekatan kepada Allah,” katanya.

Menurut dia, setan akan selalu menggoda manusia agar tergelincir ke jalan yang tidak diridhai Allah. Semakin tinggi iman seseorang, kualitas godaan yang diterima pun semakin tinggi. “Kalau setan yang menggoda saya pangkatnya kolonel, maka yang menggoda Ust Abu Hasan bisa jenderal,” ujarnya.

Hadir dalam pertemuan itu Ketua Yayasan Ibka Ustadz H. Khoirul Hadi, Lc; mudir Ustadz Abu Hasan, SPd, Al Hafidz, mudir Ibka Putri Ustadzah Nurhayati, serta jajaran pengurus Ibka yang lain. Selain itu, hadir pula Hj. Ahyat dan rombongan pengajian As Sa’adah.

Bang Bonar tidak hadir untuk silaturahim dengan jajaran pengurus Ibka, alumni TMI, dan tamu yang lain, tetapi juga menyerahkan donasi untuk pembangunan asrama Ibka Putri. Donasi yang diserahkan Bang Bonar sebesar Rp 70 juta. Donasi tersebut bukan yang pertama bagi Bang Bo, karena sebelumnya juga pernah mendonasikan bantuan untuk pembangunan Ibka Putri.

Ustadz Abu Hasan mengatakan, Bang Bo bukan lagi “orang lain.” Sebab, perannya sudah seperti orang tua dan guru bagi keluarga besar Ibka. “Kami mendoakan Bang Bo dan keluarga senantiasa mendapat berkah dari Allah, sehat, dan rezeki yang melimpah,” harapnya.

Dalam kesempatan yang sama, diserahkan pula secara simbolis hadiah umrah dan uang saku sebesar Rp 5 juta untuk santri putri angkatan I dengan status wisudawati Quran terbaik. Karena santri yang berhak menerima belum ditentukan, hadiah diterima perwakilan pengurus Ibka Putri. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *