KTQ Tahun Depan Siapkan Kuota Minimal 270 Peserta

MEMBERSAMAI ALQURAN: Peserta KTQ saat mengikuti kegiatan halaqah tahfidz.

 

ANTUSIASME masyarakat Jember untuk mengikutsertakan anak-anaknya di Karantina Tahfidz Quran (KTQ) 3 Ibnu Katsir (Ibka) sangat luar biasa. Tidak sampai sepekan sejak pendaftaran dibuka, kuota 200 peserta sudah terpenuhi.

“Mohon maaf, kami dengan sangat terpaksa banyak menolak calon peserta yang mendaftar setelah kuota ditutup. Bahkan, saat hari pertama KTQ, ada seorang ibu membawa dua peserta sudah siap dengan dua amplop unang pendaftaran. Ustadz, bila ada peserta yang mundur, kami siap isi kuotanya. Tapi, terpaksa tetap kami tolak karena memang sudah penuh,” kata Dani Yusuf, ketua panitia KTQ 3 dalam penutupan KTQ, Ahad (10/6).

KTQ yang sudah berjalan di tahun ketiga ini dilaksanakan di Kebun Kaliwining, Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka) Indonesia, sejak 4 Juni dan ditutup 10 Juni. Jumlah peserta mencapai 202 orang, mulai dari usia TK sampai dewasa.

Mereka terbagi dalam 36 halaqah tahfidz putra dan putri. Para peserta datang dari berbagai daerah. Selain Jember, ada peserta yang datang dari Bondowoso, Situbondo, Banyuwangi, Bali, Pati, sampai Tambalong, Kalimantan Selatan.

Dani mengatakan, pihaknya terpaksa membatasi peserta karena keterbatasan fasilitas. Tetapi, dia berharap tahun depan kuota peserta bisa bertambah seiring dengan meningkatnya dukungan Puslitkoka yang demikian besar kepada KTQ.

Untuk diketahui, peserta KTQ 2016 sebanyak 100 orang. Setahun berikutnya meningkat 150 orang. “Mencari tempat menginap yang bisa menampung demikian banyak orang dengan fasilitas yang nyaman untuk menghafal Quran di Jember ini tidak mudah. Alhamdulillah, Pak Direktur Puslitkoka memberi semua fasilitas ini gratis. Kita doakan berkah buat jajaran Puslitkoka,” terangnya.

Menanggapi harapan tersebut, Direktur Puslitkoka Indonesia Dr Misnawi yang mendapat kesempatan berbicara di penutupan tersebut menegaskan, pihaknya siap memfasilitasi tempat yang lebih besar untuk menampung peserta dengan jumlah yang lebih banyak lagi.

“Saya minta tahun depan peserta bisa mencapai minimal 270 orang, seperti jumlah karyawan di sini,” pinta Dr Misnawi. Karuan saja, jaminan itu disambut takbir semua peserta dan wali santri peserta. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *