Santri SMKIT Ikuti Lomba Ceramah Antiradikalisme

PARTISIPASI: Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo saat membuka lomba ceramah bertema antiradikalisme.

 

DAKWAH Islam disyiarkan oleh Rasulullah Muhammad SAW dengan penuh kedamaian. Bukan hanya itu, Rasulullah mengedepankan suri teladan yang baik, sehingga masyarakat di zaman itu bisa melihat keindahan Islam. Dengan metode itu, Islam berkembang pesat di jazirah Arab.

Ini adalah salah satu petikan pidato yang disampaikan Ahmad Najih Hidayat, seorang santri SMKIT Ibnu Katsir (Ibka) Jember, saat mengikuti Lomba Pidato Antiradikalisme yang diselenggarakan Polres Jember, belum lama ini.

Menurut santri kelas XI itu, metode dakwah melalui perang fisik menjadi opsi terakhir. Jalan itu baru ditempuh manakala terdapat ancaman fisik secara nyata kepada umat Islam. “Cara dakwah Rasulullah dengan mengedepankan suri teladan ini paling cocok untuk metode dakwah di Indonesia,” katanya.

Sebab, kata dia, hal itu sesuai dengan karakter masyarakat Indonesia yang ramah dan santun. “Maka, jika ada terorisme berkedok Islam, bisa dipastikan itu bukan Islam. Bahkan, itu musuh bagi Islam sendiri,” tegasnya.

Kepala SMKIT Ibka Jember Ustadz Farchan mengaku, seorang santrinya tersebut menjadi peserta dalam lomba yang dibuka Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo itu sebagai utusan Polsek Arjasa. “Lokasi pondok kami memang di Kecamatan Arjasa. Dan Pak Kapolsek minta kami kirim utusan di lomba ini. Tentu, kami sangat tersanjung dengan kesempatan tersebut. Ini adalah momen yang tepat untuk menunjukkan bahwa Islam agama yang damai,” tuturnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *