Di MADINA, Murid Tidur di Sekolah Malah “Wajib”, Kok Bisa?

SUNNAH: Para murid MADINA tengah qoilulah (tidur sejenak) di sela-sela kegiatan belajar mengajar. Salah satu sunnah Rasulullah ini diterapkan di MADINA.

 

LAZIMNYA, bila ada anak tertidur di sekolah, guru pasti membangunkan anak didiknya tersebut. Yang parah adalah bila terjadi bullying kepada siswa yang tertidur di sekolah.

Tetapi, di Madrasah Diniyah Alquran (MADINA) Ibnu Katsir (Ibka) Jember, tidur saat sekolah malah dianjurkan. Kok bisa?

“Tidur sejenak di siang hari adalah bagian dari sunnah Rasulullah,” ujar Ustadz Syamsul Haidi, SPdI, Al Hafidz, kepala MADINA.

Tidur sejenak di siang hari, kata Ustadz Syamsul, istilahnya qoilulah. Qoilulah merupakan sunnah Rasulullah. Di musim dingin, Rasulullah tidur sejenak usai shalat dhuhur. Sedangkan di musim panas, Rasulullah tidur sejenak menjelang shalat dhuhur.

Dia mengakui, qoilulah ini tidak lazim dilaksanakan di lembaga pendidikan di Indonesia. Manfaatnya qoilulah sangat banyak. “Karena di MADINA porsi menghafal Alquran lebih banyak, itu menghabiskan energi tersendiri. Belum lagi porsi belajar yang lain. Dengan tidur siang sejenak, insya Allah membuat anak selalu bugar selama di MADINA,” terangnya.

Diakui ustadz kelahiran Jambi ini, tidak mudah “menggiring” 30 anak untuk tidur di tempat yang tidak biasanya. “Di hari pertama kami terapkan qoilulah ini, hanya dua anak yang bisa tidur. Tapi, di hari kedua sudah bisa sekitar 70 persen anak-anak tidur,” ungkapnya.

PULAS: Murid putri MADINA tengah qoilulah.

 

Ustadzah Anis Rohmatillah, pengasuh di MADINA, agar anak-anak lebih mudah diajak tidur di siang hari, pagi harinya Ustadz Syamsul selalu memotivasi anak-anak agar mau tidur siang. Saatnya qoilulah, para pengasuh mengondisikan lingkungan sekolah agar tidak berisik. Ruang belajar pun dibikin redup.

“Kami tidak menyangka anak-anak bisa adaptasi dengan cepat. Hari pertama memang ada anak yang menolak tidur siang. Kalau ada acara tidur siang, dia menolak berangkat sekolah. Tapi, akhirnya esoknya ya tetap berangkat,” terang Ustadzah Anis.

Diakuinya, manfaat qoilulah sangat terasa. “Anak-anak tidak terlihat lemas di siang hari. Usai makan dan lanjut belajar pun mereka tidak ada yang mengantuk,” akunya. Kegiatan belajar mengajar di MADINA selesai sekitar pukul 13.30. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *