Rihlah Rohani dan Jasmani Ponpes Ibnu Katsir 4

Siapa bilang rihlah itu harus ke tempat wisata?

Bagi Ibnu Katsir 4, rihlah itu bukan hanya tentang menyegarkan badan dan pikiran, namun juga menyegarkan rohani dan memperbaharui motivasi. Sebagaimana rihlah seluruh santri dan asatidz Ponpes Ibnu Katsir 4 Mojokerto yang hari ini, 17 Juni 2021, berkunjung ke Ponpes Ibnu Katsir 5 Batu.
Berangkat pada hari rabu pukul 11 malam menggunakan bus, rombongan dari Mojokerto sampai di Batu pada hari kamis pukul 1 dini hari.

Sesampainya di Ponpes Ibka 5, mereka beristirahat sejenak, lalu melaksanakan sholat shubuh dan pembacaan al-ma’tsurot berjamaah.
Dalam kesempatan ini, Ustadz Syukri Nursalim sebagai Mudir dari Ponpes Ibnu Katsir 5 menyampaikan pesan kepada seluruh santri dan asatidz yang sedang berkumpul di Aula Ibka 5, agar jangan sampai lepas dengan al-Qur’an. Beliau mewanti-wanti kepada para santri agar jangan sampai para penghafal al-Qur’an itu terallihkan fokusnya dalam menghafal dan menuntut ilmu oleh handphone dan gadget lainnya.

Beliau juga menyampaikan kekecewaan Rasulullah yang direkam dalam al-Qur’an di surat al-Furqon, dimana nanti Rasulullah di hari kiamat akan mendapati kaumnya banyak yang meninggalkan al-Qur’an. Salah satu sebab berpalingnya umat islam dari al-Qur’an, ternyata juga termaktub dalam al-Qur’an, dimana orang-orang kafir lah yang memang menginginkan dan berusaha agar umat muslim itu berpaling dan meremehkan kitab suci mereka sendiri.

Selepas rihlah rohani, rombongan Ibnu Katsir 4 melanjutkan perjalanan ke Hawai Malang untuk rihlah jasmani. Rihlah ini diharapkan dapat membuat pikiran dan badan para santri menjadi fresh kembali, sehingga kembali siap untuk menjalani rutinitas hafalan dan menuntut ilmu agama sehari-hari.