Dauroh Maqdisiyah Ibnu Katsir: Meneguhkan Kepedulian dan Semangat Membela Palestina

Dalam upaya mengabarkan kondisi terkini Palestina sekaligus membangkitkan semangat kepedulian umat, Yayasan Ibnu Katsir menyelenggarakan Dauroh Maqdisiyah yang bertempat di Masjid Al Falah, Kampus IBKA 1. Kegiatan yang dimulai pukul 19.00 WIB hingga selesai ini diikuti oleh para asatidz dan santri ikhwan dari berbagai unit pendidikan, mulai dari IBKA 1, IBKA 3, Madina, hingga PAUD/TK.

Dauroh ini menghadirkan narasumber yang kompeten di bidang kemanusiaan dan isu Timur Tengah, yaitu Ahmad Rofiqi, Lc., M.Pd.I, selaku Direktur lembaga kemanusiaan dan kajian Timur Tengah SADAQA Jakarta. Beliau merupakan direktur lembaga kemanusiaan SADAQA, sebuah NGO yang telah lama berpengalaman mengadvokasi rakyat Palestina, khususnya di Gaza.

SADAQA dikenal aktif membangun berbagai proyek pemberdayaan untuk masyarakat Gaza, seperti:
• Pendirian pabrik roti untuk menunjang ketahanan pangan
• Program pendampingan dan pengasuhan anak-anak yatim korban konflik
• Pembangunan sekolah dan madrasah
• Relokasi serta pembinaan anak-anak Palestina ke beberapa negara sekitar seperti Turki dan Yordania

Bahkan, lembaga ini telah mendirikan sekolah dan pondok pesantren Al-Qur’an untuk menampung anak-anak Gaza yang terdampak perang. Dengan rekam jejak tersebut, para peserta mendapatkan informasi langsung dari sumber yang kredibel dan berpengalaman.

Tujuan utama diselenggarakannya Dauroh Maqdisiyah ini adalah memberikan edukasi serta pemahaman yang benar tentang isu Palestina. Bagi Yayasan Ibnu Katsir, persoalan Palestina bukan sekadar isu luar negeri, melainkan isu kemanusiaan dan keadilan yang harus menjadi perhatian bersama.

Sebagai bangsa yang sejak awal berdiri menentang segala bentuk penjajahan, Indonesia memiliki komitmen moral untuk berpihak pada kemerdekaan. Palestina hingga hari ini masih berada dalam kondisi penjajahan, sehingga kepedulian terhadapnya adalah bagian dari sikap kemanusiaan dan kebangsaan.

Tak hanya itu, para santri juga diingatkan tentang sejarah bahwa Palestina termasuk pihak yang memberikan dukungan moral terhadap kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945. Kesadaran sejarah ini diharapkan menumbuhkan rasa tanggung jawab dan empati yang lebih dalam

Alhamdulillah, kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme. Para santri tidak hanya menyimak ceramah, tetapi juga terlibat aktif dalam sesi dialog interaktif. Banyak pertanyaan diajukan, menunjukkan tingginya rasa ingin tahu dan kepedulian terhadap kondisi saudara-saudara di Palestina.
Format dauroh yang memadukan pemaparan materi dan diskusi membuat suasana lebih hidup dan mendalam. Para peserta tidak hanya menerima informasi, tetapi juga diajak berpikir, merenung, dan mengambil sikap.

Harapan besar dari terselenggaranya dauroh ini adalah tumbuhnya rasa tanggung jawab dalam diri para santri. Mereka diharapkan memiliki:
• Pemahaman yang benar tentang kondisi Palestina
• Kesadaran untuk peduli terhadap isu kemanusiaan
• Keinginan mengambil bagian dalam perjuangan kemerdekaan Palestina
Kontribusi itu tidak harus selalu dalam bentuk besar. Bahkan doa yang tulus pun menjadi bagian penting dari dukungan. Yang terpenting adalah adanya keterikatan hati dan kepedulian yang berkelanjutan. Apalagi, dalam perspektif keislaman, Masjid Al-Aqsa memiliki kedudukan istimewa sebagai salah satu dari tiga masjid suci yang dianjurkan untuk diziarahi, bersama Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Nilai spiritual inilah yang semakin menguatkan pentingnya perhatian terhadap Palestina.