
Seringkali kita berpikir bahwa untuk meraih surga Allah SWT, kita harus melakukan amalan-amalan yang teramat besar dan berat. Padahal, Islam adalah agama yang penuh rahmat. Terkadang, sebuah tindakan sederhana yang luput dari pandangan manusia, namun dilakukan dengan ketulusan hati, justru menjadi kunci pembuka pintu surga.
Sebuah hadits sahih yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menggambarkan dengan indah bagaimana amalan ringan di jalanan bisa mengubah takdir seseorang di akhirat.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَرَّ رَجُلٌ بِغُصْنِ شَجَرَةٍ عَلَى ظَهْرِ طَرِيقٍ فَقَالَ: وَاللَّهِ لَأُنَحِّيَنَّ هَذَا عَنِ الْمُسْلِمِينَ لَا يُؤْذِيهِمْ ، فَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ».
وَفِي رِوَايَةٍ: «بَيْنَمَا رَجُلٌ يَمْشِي بِطَرِيقٍ وَجَدَ غُصْنَ شَوْكٍ عَلَى الطَّرِيقِ فَأَخَّرَهُ، فَشَكَرَ اللَّهُ لَهُ فَغَفَرَ لَهُ». رواه البخاري ومسلم.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Ada seorang lelaki berjalan melewati dahan pohon di tengah jalan, lalu ia berkata: ‘Demi Allah, aku benar-benar akan menyingkirkan dahan ini dari kaum muslimin agar tidak mengganggu mereka.’ Maka ia pun dimasukkan ke dalam surga.”
Dalam riwayat lain disebutkan: “Tatkala seorang lelaki sedang berjalan di suatu jalan, ia mendapati dahan berduri di jalan tersebut lalu ia menyingkirkannya. Maka Allah berterima kasih kepadanya dan mengampuni dosa-dosanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Berdasarkan potongan hadits dan penjelasan di atas, ada tiga hikmah utama yang bisa kita petik:
-
Memberikan dorongan kuat bagi kita untuk peduli pada fasilitas umum. Menyingkirkan duri, batu, paku, atau dahan pohon yang menghalangi jalan adalah sebab nyata seseorang bisa masuk surga.
-
Allah Mahakuasa lagi Maha Pemurah. Dia berkenan memberikan pahala yang teramat besar dan ampunan dosa hanya karena sebuah amalan yang sangat ringan dan mudah dilakukan.
-
Islam tidak hanya mengatur ibadah ritual (seperti shalat dan puasa), tetapi juga sangat memperhatikan keselamatan, kenyamanan, dan kebersihan lingkungan masyarakat umum.
Hadits ini mengajarkan kita untuk tidak pernah meremehkan kebaikan sekecil apa pun. Kita tidak pernah tahu kebaikan mana yang akan mengundang rida Allah dan mengetuk pintu ampunan-Nya. Mulai hari ini, mari lebih peka terhadap lingkungan sekitar. Ketika melihat ada hal yang berpotensi membahayakan orang lain di jalan, singkirkanlah dengan niat tulus karena Allah. Semoga amalan kecil tersebut menjadi jalan pintas kita menuju surga-Nya.
Nah. Jika menyingkirkan gangguan pada fasilitas yang memberikan manfaat kepada umat muslim saja dapat berbuah surga, lantas bagaimana dengan menyediakan fasilitas itu sendiri? apalagi jika yang difasilitasi adalah para penghafal Al Qur’an yang merupakan orang-orang khususnya Allah ﷻ.
Maka, berapa banyak balasan indah yang akan didapatkan di akhirat nanti!?
