
Ringkasan materi ustadz Heryodo Siswoyo, M.Pd oleh Salamah, Mahasantri Ibnu Katsir 2
“Ramadan bukan sekadar datang, tetapi harus disambut dengan persiapan.”
Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, setiap muslim sejatinya tidak hanya menunggu, tetapi juga menyiapkan diri. Dalam kajian ini, Ustaz Dr. Heryodo Siswoyo, M.Pd. mengingatkan bahwa Ramadan adalah momentum besar yang tidak boleh dilewati tanpa kesiapan. Kata tarhib sendiri berarti menyambut dengan persiapan yang matang, baik secara lahir maupun batin.
Saat ini kita berada di bulan Sya’ban, bulan yang diapit oleh dua bulan mulia. Rajab dan Ramadan. Rajab termasuk dalam empat bulan haram dan menjadi momentum peristiwa Isra Mikraj Nabi Muhammad ﷺ. Sementara Ramadan adalah bulan penuh keberkahan yang di dalamnya terdapat Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Dalam peristiwa Isra Mikraj, Rasulullah ﷺ menerima tiga anugerah besar yakni
- Perintah salat lima waktu sebagai tiang agama dan sarana munajat kepada Allah SWT.;
- Kabar gembira bahwa umat beliau berpeluang masuk surga selama tidak enggan taat;
- Serta dua ayat terakhir Surah Al-Baqarah yang memiliki keutamaan luar biasa sebagai penjaga dan penenang hati.
Ketiga hal ini menjadi fondasi spiritual yang perlu diperkuat sebelum memasuki Ramadan.
Ramadan disebut sebagai syahrun mubarak, bulan yang diberkahi. Pada bulan ini pahala dilipatgandakan, dosa-dosa diampuni, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Di dalamnya terdapat Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Satu Ramadan yang dijalani dengan sungguh-sungguh dapat menjadi sebab meningkatnya derajat seseorang di sisi Allah SWT.
Karena itu, Ramadan tidak boleh disambut sekadar sebagai rutinitas tahunan. Diperlukan persiapan yang nyata. Yakni dengan meluruskan niat, memperdalam ilmu tentang puasa, menjaga kesehatan dan waktu, serta memperbanyak sedekah. Semua itu menjadi bekal agar Ramadan dapat dijalani secara tuntas dan berkualitas.
Tarhib Ramadan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ajakan untuk menata hati dan memperbaiki diri. Semoga Allah SWT. mempertemukan kita dengan Ramadan dalam keadaan siap lahir dan batin, serta memberi kekuatan untuk mengisinya dengan amal terbaik.
