
Sebagai bentuk kepedulian dan apresiasi terhadap para pejuang Al-Qur’an, Pesantren Qur’an Ibnu Katsir menghadirkan Program Bingkisan Ramadhan untuk Guru Ngaji. Program ini dirancang untuk memberikan dukungan moral dan material kepada para guru ngaji yang selama ini mengabdikan tenaga, waktu, dan pikirannya dalam mengajarkan Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Program Bingkisan Guru Ngaji Ramadhan bertujuan untuk menghadirkan penghargaan setinggi-tingginya kepada para guru ngaji yang setiap hari berjuang menyebarkan dan mengajarkan Al-Qur’an, khususnya kepada anak-anak dan generasi muda. Melalui program ini, semangat solidaritas antar penggiat Al-Qur’an ingin terus ditumbuhkan, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:
“Saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian akan saling mencintai.”
Program ini menjadi ikhtiar bersama agar perjuangan para guru ngaji tidak berjalan sendirian, melainkan mendapat dukungan nyata dari masyarakat dan para donatur.
Bingkisan yang diberikan berupa paket sembako yang mencakup kebutuhan pokok, seperti beras, minyak goreng, gula, kecap, dan bahan pangan lainnya.
Nilai setiap paket berkisar antara Rp150.000–Rp200.000, dengan paket minimal senilai Rp100.000, disesuaikan dengan kemampuan dan amanah donasi yang diterima.
Mengapa Guru Ngaji Perlu Diperhatikan?
Guru ngaji merupakan pondasi pembentukan generasi dan masyarakat. Dari tangan merekalah lahir generasi yang mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, memahami maknanya, serta mengamalkannya dalam kehidupan. Namun, realitasnya tidak semua guru ngaji mendapatkan perhatian yang layak.
Padahal, Al-Qur’an yang mereka ajarkan adalah kalamullah, kitab suci termulia yang menjadi pedoman hidup seluruh umat manusia. Karena itu, memberikan perhatian dan apresiasi kepada guru ngaji sejatinya adalah bentuk investasi jangka panjang bagi peradaban dan masa depan bangsa.
Pada tahun ini, Program Bingkisan Guru Ngaji menargetkan penyaluran kepada 300–400 guru ngaji, khususnya di wilayah Jember dan sekitarnya. Jika memungkinkan, target tersebut diharapkan dapat meningkat hingga 1.000–2.000 paket, seiring bertambahnya dukungan dari masyarakat dan donatur.
Bulan Ramadhan dipilih sebagai momentum utama karena:
1. Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan, di mana pahala dilipatgandakan oleh Allah SWT.
2. Ramadhan merupakan bulan diturunkannya Al-Qur’an.
3. Semangat kepedulian sosial, infak, dan sedekah umat Islam meningkat secara signifikan di bulan ini.
Melalui momentum Ramadhan, diharapkan program ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Program Bingkisan Guru Ngaji disalurkan kepada:
* Pondok pesantren yang memiliki program Al-Qur’an dan tahfizh
* Masjid dan mushalla yang memiliki TPA/TPQ
* Guru-guru ngaji di wilayah Jember dan luar Jember
Data penerima diperoleh dari pendataan internal serta rekomendasi masyarakat yang mengetahui keberadaan guru ngaji di daerahnya. Setelah proses penggalangan donasi, bingkisan dipersiapkan dan disalurkan sesuai data yang tersedia dan kapasitas paket yang ada.
Masyarakat dan para donatur dapat berkontribusi dengan:
* Menyalurkan infak melalui transfer ke Yayasan Ibnu Katsir
* Memberikan bingkisan langsung (paket sembako) untuk kemudian disalurkan oleh panitia
Setiap donasi akan dipacking menjadi bingkisan dan disalurkan langsung kepada para guru ngaji yang membutuhkan.
Melalui program ini, diharapkan terjalin sinergi yang kuat antara lembaga, masyarakat, dan para donatur dalam memberikan perhatian terbaik kepada guru ngaji. Semoga bingkisan ini dapat meringankan beban para guru ngaji, terutama menjelang Idul Fitri, serta menumbuhkan kembali semangat mereka dalam mendidik generasi Qur’ani.
Akhirnya, besar harapan agar dari tangan para guru ngaji lahir generasi terbaik: generasi yang membaca Al-Qur’an dengan baik, menghafalnya, memahami misinya, mengamalkannya, dan mendakwahkannya, sehingga mampu membawa kebaikan bagi umat dan bangsa.
Semoga Allah SWT menerima setiap infak, memudahkan urusan para donatur, dan memberkahi setiap langkah kebaikan yang dilakukan. Aamiin.
