
Dalam upaya membentuk karakter santri yang kuat dan berimbang antara ilmu, spiritualitas, serta keterampilan hidup, PPA Ibnu Katsir 2 kembali menggelar kegiatan Ramadhan di luar pesantren yang pada kali ini bertajuk I-Kathir Camp 2026. Kegiatan ini dilaksanakan selama empat hari tiga malam, mulai Kamis, 19 Februari 2026 hingga Ahad, 22 Februari 2026, bertempat di SDIT Harum (Harapan Ummat) Jember sebagaimana dilaksanakan pada tahun lalu.
Program ini dirancang untuk membentuk karakter santri sesuai dengan akronim I-KATHIR, yaitu:
- Kreatif dalam berpikir
- Alim dalam berilmu
- Tangguh menghadapi tantangan
- Hafidzah yang menjaga Al-Qur’an
- Inspiratif dalam memberi teladan
- Religius dalam kehidupan sehari-hari
Melalui kegiatan ini, para santri tidak hanya didorong untuk meningkatkan kualitas hafalan, tetapi juga mengembangkan potensi diri serta memperkuat ukhuwah sesama santri.
Salah satu fokus utama kegiatan adalah penguatan pembelajaran Matn Al-Jazariyah, yang menjadi dasar penting dalam ilmu tajwid dan qira’at.
Selama pelaksanaan I-Kathir Camp, rangkaian kegiatan dirancang secara seimbang antara aspek spiritual, fisik, edukatif, dan juga rekreatif agar santri dapat belajar dengan suasana yang lebih menyenangkan.
Pada aspek spiritual, para santri mengikuti berbagai kegiatan ibadah bersama seperti tahajjud berjamaah, muraja’ah jamai, dan tasmi’ hafalan secara langsung.
Sementara itu pada aspek fisik dan ketangkasan, kegiatan diisi dengan olahraga pagi serta berbagai simulasi yang melatih kemandirian santri.
Adapun pada sisi edukasi dan hiburan, panitia menyiapkan berbagai kegiatan menarik seperti:
- Cermaty (Cerdas Cermat Matn Jazary)
- Santuy (Santri Tampil Unjuk Karya) sebagai wadah menampilkan bakat santri
- Tukar Takjil
- Cooking Class
- Buka Puasa Bersama
Kegiatan Santuy menjadi ruang bagi santri untuk menunjukkan bakat terpendam mereka, mulai dari seni, kreativitas, hingga berbagai bentuk ekspresi lainnya.
Jika pada tahun sebelumnya kegiatan I-Kathir Camp lebih berbentuk daurah ilmiah dengan menghadirkan berbagai pemateri dari bidang akademik, tahfidz, dan kesantrian, maka pada tahun ini konsepnya sedikit berbeda.
Fokus kegiatan lebih diarahkan pada penguatan materi tahfidz yang dikemas dalam bentuk aktivitas interaktif dan kompetitif, seperti lomba cerdas cermat Matn Jazariyah dan berbagai kegiatan kreatif lainnya. Perubahan konsep ini bertujuan agar pembelajaran tetap berjalan efektif namun tidak membuat santri merasa jenuh.
Salah satu kegiatan baru yang hadir pada tahun ini adalah cooking class yang diselenggarakan melalui kolaborasi dengan komunitas JPRMI (Jaringan Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia).
Selama kegiatan berlangsung, para santri menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi. Meskipun kegiatan dilaksanakan dalam kondisi berpuasa, para peserta tetap aktif mengikuti setiap sesi. Semua santri terlibat dalam berbagai aktivitas kelompok, termasuk tugas-tugas kemandirian yang menuntut kerjasama dan tanggung jawab bersama. Meski demikian, menjelang akhir kegiatan terdapat beberapa santri yang mengalami kelelahan atau kurang sehat. Namun secara umum kegiatan tetap berjalan dengan lancar dan penuh semangat.
Dalam sesi evaluasi, para santri juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan kesan dan pesan mereka. Banyak di antara mereka mengaku sangat menikmati kegiatan tersebut karena dapat belajar dalam suasana yang lebih santai namun tetap disiplin. Kebersamaan selama kegiatan, terutama saat pembagian hadiah dan momen-momen kebersamaan lainnya, menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi para peserta.
Melalui kegiatan I-Kathir Camp ini, diharapkan para santri dapat kembali ke pesantren dengan semangat baru dalam belajar dan menghafal Al-Qur’an. Lebih dari itu, program ini diharapkan mampu menumbuhkan manifestasi nyata dari nilai-nilai I-KATHIR dalam kehidupan sehari-hari santri.
