
Guna membangun langkah preventif dan taktis dalam menghadapi siklus perubahan cuaca, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember menggelar Rapat Teknis Persiapan Penanggulangan Kekeringan pada Kamis (11/6) pagi. Pertemuan strategis yang berlangsung di Kantor Pusdalops BPBD Jember tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan dari Yayasan Ibnu Katsir yang diwakili oleh Ustadz Huzhaifah Al Ayyubi.
Langkah ini ditekankan pada optimalisasi aset yang bernilai strategis. Salah satunya adalah fasilitas air artesis yang berada di kawasan Pondok Pesantren Ibnu Katsir 2 Putri. Selama ini, infrastruktur air mandiri yang dikelola oleh lembaga tersebut dikenal konsisten memberikan manfaat luas, baik untuk keperluan internal pondok maupun bagi warga sekitar yang kerap membutuhkan suplai air bersih saat musim kemarau melanda.
Kehadiran Ustadz Huzhaifah Al Ayyubi dalam rapat koordinasi ini bertujuan untuk memberikan konfirmasi mengenai kesiapan dan ketersediaan sumber daya air. Dalam pemaparannya, beliau menegaskan bahwa kondisi sumber air artesis di Ibnu Katsir 2 Putri berada dalam status sangat baik, jernih, dan aman untuk diintegrasikan ke dalam jalur distribusi darurat.
Sebagai bentuk nyata kemitraan kemanusiaan ini, titik sumur artesis Ibnu Katsir 2 Putri diproyeksikan menjadi salah satu pilar penyuplai utama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di dua wilayah terdampak, yaitu Kecamatan Patrang dan Kecamatan Rambipuji. Berdasarkan kalkulasi bersama, total volume air bersih yang siap didistribusikan melalui program ini diperkirakan mencapai angka 625.000 liter.
Berdasarkan pemantauan terkini oleh Pusdalops BPBD Jember, kondisi geografis dan ketersediaan air di wilayah Kabupaten Jember saat ini dinilai masih berada dalam batas aman serta belum menerima adanya laporan kekeringan yang bersifat kritis dari masyarakat.
Kendati demikian, sikap waspada dan preventif harus tetap diutamakan. Langkah yang diambil oleh BPBD bersama Yayasan Ibnu Katsir ini merupakan bentuk tindak lanjut langsung atas Surat Edaran Gubernur Jawa Timur terkait kesiapsiagaan seluruh elemen daerah dalam menghadapi masa kekeringan tahun ini.
Hubungan kemitraan yang terjalin antara BPBD Jember dan Yayasan Ibnu Katsir tidak sekadar berfokus pada aspek penyediaan air, melainkan mencakup kolaborasi yang lebih luas, antara lain:
- BPBD berkomitmen membantu teknis instalasi dan pengaturan jalur distribusi air di lokasi sumur artesis Ibnu Katsir agar posisinya lebih strategis dan mudah dijangkau oleh armada truk tangki penyuplai.
- Menjalin dan mempererat komunikasi berkala bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forpimda) Kabupaten Jember untuk mengawal stabilitas sosial-lingkungan.
- Sebagai bentuk kontribusi balik yang edukatif, pihak BPBD menawarkan program Outing Class khusus mengenai Edukasi Kebencanaan secara berkala bagi para santriwati Ibnu Katsir 2 Putri guna membentuk generasi muda yang tanggap bencana.
Melalui konsolidasi yang berjalan khidmat ini, baik jajaran BPBD Kabupaten Jember maupun manajemen Yayasan Ibnu Katsir menaruh harapan besar agar pola hubungan kemitraan ini dapat berjalan secara kontinu. Target utamanya adalah mewujudkan sebuah sinergi yang aktif, inklusif, dan harmonis demi menghadirkan kemaslahatan serta dampak sosial yang nyata bagi seluruh lapisan masyarakat Jember dalam menghadapi tantangan iklim dan kebencanaan.
