
Tahun ajaran baru selalu menjadi momen istimewa bagi setiap lembaga pendidikan. Di SMKIT Ibnu Katsir Jember, sekolah menengah kejuruan berbasis pesantren di bawah naungan Yayasan Ibnu Katsir Jember, momen tersebut telah dipersiapkan jauh sebelum para santri kembali memenuhi lingkungan sekolah. Selama beberapa hari menjelang dimulainya kegiatan belajar mengajar, para guru telah lebih dahulu hadir untuk memastikan seluruh kebutuhan sekolah siap menyambut peserta didik baru.
Tahun ini, para guru mulai masuk empat hari lebih awal sebelum hari pertama sekolah. Waktu tersebut dimanfaatkan untuk menyelesaikan berbagai persiapan penting agar proses penyambutan santri baru dan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dapat berlangsung dengan tertib dan berkesan.
Di balik semangat tersebut, para guru mengakui bahwa kembali bekerja ketika sebagian orang masih menikmati masa liburan tentu bukan hal yang ringan. Namun sebagai pengelola lembaga pendidikan, mereka memahami bahwa setiap amanah membutuhkan pengorbanan dan tanggung jawab. Karena itulah, meskipun terasa cukup berat, seluruh persiapan tetap dijalankan dengan penuh keikhlasan demi memberikan pelayanan terbaik kepada para santri.
Berbagai kegiatan dilakukan selama masa persiapan. Guru-guru bersama-sama melaksanakan bersih-bersih lingkungan sekolah, menata ruang belajar, mempersiapkan seluruh kebutuhan MPLS, hingga melakukan pemindahan dan penataan perpustakaan agar semakin nyaman digunakan sebagai sarana belajar para santri.
Pada tahun ajaran baru ini, SMKIT Ibnu Katsir menyambut 7 santri baru, sehingga kini jumlah peserta didik yang menempuh pendidikan di SMKIT Ibnu Katsir mencapai 27 santri. Meskipun jumlahnya tidak banyak, setiap santri mendapatkan perhatian dan pembinaan secara lebih intensif sesuai karakter pendidikan berbasis pesantren yang diterapkan di sekolah ini.
Mengusung tema “Membekali Santri dengan Ilmu dan Inspirasi”, rangkaian MPLS tahun ini dirancang bukan sekadar mengenalkan lingkungan sekolah maupun tata tertib yang berlaku. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun semangat belajar, menumbuhkan motivasi, dan menanamkan cita-cita besar kepada para santri agar siap menjalani proses pendidikan dengan sungguh-sungguh.
Sebagai sekolah yang berada dalam lingkungan pesantren, materi kepesantrenan juga menjadi bagian penting dari MPLS. Para santri diperkenalkan dengan sejarah berdirinya pesantren, nilai-nilai yang menjadi ruh pendidikan, Panca Jiwa Pondok, serta motto pesantren yang menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pengenalan tersebut, diharapkan setiap santri memahami identitas lembaga yang mereka tempati sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap pesantren.
Bagi SMKIT Ibnu Katsir, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan vokasi, tetapi juga dari terbentuknya karakter, akhlak, dan jiwa kepesantrenan yang kuat. Oleh karena itu, hari-hari pertama di sekolah menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai tersebut sejak awal.
