Menjaga Rumah agar Dipenuhi Keberkahan dan Terhindar dari Gangguan Setan | Majlis Ikadi Edisi Juli 2026

Ringkasan Materi Ustadz Luqmanul Hakim oleh Nurhaliza Idris, Mahasantri Ibnu Katsir 2

Rumah bukan sekadar bangunan sebagai tempat berteduh dari panas dan hujan. Ia adalah tempat kembali setelah letih menghadapi hiruk-pikuk kehidupan. Di sanalah hati berharap ketenangan, keluarga saling menumbuhkan kasih sayang, dan iman kembali dikuatkan.

Oleh karena itu, setiap muslim tentu mendambakan rumah yang dipenuhi keberkahan Allah SWT., serta keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.

Namun, kenyataannya tidak semua rumah demikian. Ada rumah yang justru dipenuhi keresahan, pertengkaran, bahkan gangguan yang tidak dapat dijelaskan secara kasat mata. Penyebabnya tentu beragam, salah satunya adalah gangguan setan dan jin.

Sebelum membahas cara menangani gangguan setan di dalam rumah, kita perlu mengetahui terlebih dahulu bagaimana bentuk-bentuk gangguan tersebut.

  1. Kerap tercium bau-bau yang tidak biasa, seperti bau kemenyan atau bau tidak sedap tanpa sebab yang jelas. Dalam sebagian kasus, hal ini sering diceritakan terjadi pada waktu-waktu tertentu. Namun, hal tersebut tidak selalu menjadi tanda adanya gangguan gaib sehingga perlu disikapi dengan bijak.
  2. Ada anggota keluarga yang sering sakit, tetapi setelah berikhtiar melalui pemeriksaan medis penyebabnya belum juga diketahui. Dalam kondisi tertentu, sebagian ulama menjelaskan bahwa gangguan jin bisa menjadi salah satu kemungkinan, tanpa memastikan bahwa setiap kasus demikian pasti disebabkan oleh gangguan gaib.
  3. Sering terjadi pertengkaran dalam rumah tangga hanya karena perkara-perkara sepele dan berlangsung terus-menerus tanpa sebab yang jelas.
  4. Sering mengalami mimpi buruk ketika tidur. Oleh karena itu, Rasulullah ﷺ mengajarkan kita untuk membaca doa dan dzikir sebelum tidur.
  5. Merasa seolah-olah ada yang mengawasi atau mengikuti, padahal tidak ada sesuatu yang tampak secara nyata.
  6. Terdengar suara-suara aneh, seperti suara benturan, lemparan kerikil, atau suara lain yang tidak diketahui sumbernya. Meskipun demikian, tetap dahulukan mencari penjelasan yang wajar sebelum menyimpulkan adanya gangguan gaib.
  7. Hewan peliharaan menunjukkan perilaku yang tidak biasa, terutama pada malam hari.
  8. Muncul rasa takut yang berlebihan ketika berada di dalam rumah tanpa sebab yang jelas.
  9. Muncul keinginan untuk terus menyendiri dan enggan berinteraksi dengan keluarga atau lingkungan sekitar.
  10. Merasa tidak nyaman ketika tidur sendirian atau seolah-olah ada sesuatu yang menemani.

Rasulullah ﷺ mengingatkan bahwa setan selalu mencari celah untuk merusak kebahagiaan dalam sebuah rumah. Bukan hanya melalui gangguan yang tampak, tetapi juga dengan menimbulkan konflik, membuat penghuni rumah lalai beribadah, menghilangkan ketenangan, serta menjauhkan hati dari mengingat Allah.

Oleh karena itu, tidaklah cukup hanya membangun rumah yang indah tanpa menghadirkan keberkahan Allah SWT. Lalu, bagaimana cara menjaganya?

Allah dan Rasul-Nya telah memberikan tuntunan yang sederhana, tetapi sangat agung.

Pertama, hidupkan rumah dengan bacaan Al-Qur’an, terutama Surah Al-Baqarah. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa setan akan lari dari rumah yang dibacakan Surah Al-Baqarah. Rumah yang senantiasa diperdengarkan bacaan Al-Qur’an akan dipenuhi cahaya, keberkahan, dan ketenangan.

Kedua, perbanyak salat sunnah di rumah. Jangan biarkan rumah hanya menjadi tempat makan dan tidur. Jadikan rumah juga sebagai tempat bersujud kepada Allah. Setiap rakaat yang kita dirikan akan menghadirkan keberkahan bagi seluruh penghuninya.

Ketiga, biasakan mengucapkan salam ketika memasuki rumah. Salam bukan sekadar sapaan, melainkan doa keselamatan dan rahmat yang mengundang keberkahan serta menghalangi setan memasuki rumah.

Keempat, jauhilah segala hal yang dapat menghalangi datangnya rahmat Allah, seperti memajang patung atau gambar yang dilarang dalam syariat. Rumah yang dipenuhi ketaatan akan lebih layak didatangi malaikat daripada setan.

Kelima, hiasilah rumah dengan dzikir, doa, dan ucapan yang baik. Sering kali yang membuat rumah terasa sempit bukanlah ukuran bangunannya, melainkan kerasnya ucapan para penghuninya. Kata-kata kasar, pertengkaran, dan kemarahan merupakan pintu yang disukai setan. Sebaliknya, dzikir, doa, dan tutur kata yang lembut akan menghadirkan ketenangan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.

Terakhir, biasakan menjaga wudu dan memperbanyak doa perlindungan kepada Allah. Tidak ada benteng yang lebih kuat daripada pertolongan-Nya.

Rumah yang penuh keberkahan bukanlah rumah yang paling mewah, melainkan rumah yang paling sering disebut nama Allah di dalamnya. Ketika Al-Qur’an dibaca, salat ditegakkan, salam dibiasakan, dan dzikir menjadi penghias hari, insyaallah rumah akan menjadi tempat yang menenangkan hati serta dijauhkan dari tipu daya setan.

Semoga Allah SWT. menjadikan rumah-rumah kita sebagai taman-taman surga di dunia, dipenuhi sakinah, rahmah, dan keberkahan. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

Wallāhu a’lam bish-shawāb.