4 Kebahagiaan Dunia dan Akhirat | Majlis Dhuha Edisi Juli 2026

Ringkasan materi KH. Badrut Tamam, M.HI. oleh Sutri Purnamasari, mahasantri Ibnu Katsir 2

Setiap kendaraan pasti memiliki rem untuk mengontrol kecepatannya. Begitu pula kehidupan di dunia ini, harus ada “pengendali” yang mengatur langkah kita agar tetap seimbang antara urusan dunia dan persiapan akhirat.

Jika kita ingin masuk ke universitas impian, tentu ada kriteria untuk menjadi mahasiswa terbaik, dan kita akan berusaha memenuhi seluruh persyaratannya. Namun, semua itu hanyalah urusan dunia yang bersifat sementara. Sebagai seorang muslim, hendaknya kita tidak hanya berfokus pada kesuksesan duniawi, tetapi juga menjadikan keselamatan di akhirat sebagai tujuan utama.

Jika kita bersemangat mengejar keberhasilan di dunia, hendaknya kita juga bersemangat mengejar kebaikan untuk akhirat. Mari meraih kebahagiaan yang hakiki dan abadi dengan mengamalkan empat perkara terbaik bagi dunia dan akhirat. Keempat perkara ini menjadi bekal yang sangat berharga dalam perjalanan menuju surga.

1. Hati yang senantiasa bersyukur

Hati manusia dapat berubah-ubah kapan saja. Namun, hati yang senantiasa terpaut kepada Allah SWT akan lebih teguh dan terjaga.

2. Lisan yang terus berdzikir

Dzikir memiliki beberapa tingkatan: ada dzikir dengan lisan, dzikir dengan hati, dan dzikir yang menghadirkan keduanya sekaligus. Semuanya merupakan amalan yang baik, tetapi dzikir yang dilakukan dengan lisan dan hati secara bersamaan lebih utama. Kita dapat memperbanyak dzikir kapan saja, terutama ketika merasa lelah, stres, atau diliputi kegelisahan.

3. Sabar ketika diuji dengan sakit fisik

Kebanyakan orang merasa sangat tersiksa saat ditimpa penyakit. Padahal, di balik sakit tersebut terdapat banyak hikmah dan kebaikan yang Allah siapkan bagi hamba-Nya.

4. Istri yang setia dan tidak berkhianat kepada suaminya

Setiap kebaikan perlu dipupuk dan dilatih hingga menjadi kebiasaan. Karena itu, setiap orang hendaknya terus memperbaiki diri agar derajatnya senantiasa meningkat. Perubahan membutuhkan proses, dan setiap langkah kecil yang kita ambil merupakan bekal berharga untuk kehidupan dunia maupun akhirat.

Jangan berhenti berusaha hanya karena menghadapi ujian. Jangan biarkan hati menjadi keras hingga ibadah terasa hambar. Hati yang keras pun dapat dilembutkan dengan terus belajar, berdzikir, dan mendekat kepada Allah SWT. Sungguh, sangat berbeda keadaan orang yang berilmu dan beramal dengan orang yang tidak memiliki keduanya.