
Pondok Pesantren Al-Qur’an Ibnu Katsir 2 Jember kembali menggelar Gathering Mahasantri pada Ahad, 26 Juli 2026 ini, agenda evaluasi yang dilaksanakan setiap semester sebagai sarana untuk melihat dan mengevaluasi perkembangan para mahasantri selama satu semester, sekaligus menjadi bentuk pertanggungjawaban kepada para wali santri dan donatur yang turut mendukung pendidikan para mahasantri.
Dalam gathering, perkembangan setiap mahasantri dievaluasi melalui empat aspek utama, yaitu Tahfidz, Akademik, Kesantrian, dan pembinaan karakter/Tarbawi.
Sebagai lembaga pendidikan Al-Qur’an, aspek Tahfidz mendapatkan porsi penilaian yang lebih besar dalam rapor. Namun demikian, pencapaian mahasantri tidak hanya dilihat dari hafalan Al-Qur’an, melainkan juga dari perkembangan akademik, kehidupan kesantrian, serta karakter yang terbentuk selama berada di lingkungan pondok.
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan Gathering adalah keterlibatan wali santri. Mengingat banyak wali mahasantri Ibnu Katsir 2 berasal dari luar kota, kegiatan Gathering umumnya dilaksanakan secara hybrid; para pengurus, asatidzah dan mahasantri mengikuti secara luring di Aula Aliah, sedangkan wali santri mengikuti secara daring melalui Zoom Meeting.
Melalui kegiatan tersebut, wali santri juga dapat melihat suasana dan berbagai aktivitas yang berlangsung di pondok. Mereka turut memperoleh informasi mengenai program-program yang sedang dan akan dijalankan di Ibnu Katsir 2, sekaligus diharapkan dapat memberikan dukungan terhadap berbagai program lembaga.
Dalam satu tahun, Ibnu Katsir 2 menargetkan pelaksanaan Gathering sebanyak dua kali, yakni satu kali secara online dan satu kali secara offline. Gathering offline biasanya diperuntukkan bagi wali santri yang tinggal di wilayah yang relatif dekat dengan Jember dan dilaksanakan pada akhir semester ganjil.
Kehadiran orang tua dalam proses evaluasi pendidikan dinilai memiliki pengaruh terhadap semangat belajar mahasantri. Seorang anak tentu memiliki perasaan yang berbeda ketika orang tuanya hadir dan terlibat langsung dalam proses evaluasi pendidikannya.
Dalam kesempatan tersebut, KH. Sukri Nursalim, selaku Wakil Ketua Yayasan Ibnu Katsir, menyampaikan sejumlah pesan kepada para mahasantri.
Beliau mengingatkan para mahasantri untuk mengurangi waktu bermain handphone dan menggunakannya secara lebih bijak agar waktu yang dimiliki dapat diisi dengan berbagai aktivitas yang bermanfaat.
Beliau juga mengingatkan bahwa orang tua di rumah tentu memiliki kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri melihat putrinya berjuang menghafal Al-Qur’an. Lebih dari itu, para orang tua juga bersyukur karena putri mereka berada di lingkungan yang baik untuk menimba ilmu dan membentuk karakter.
Pesan utama yang disampaikan adalah agar para mahasantri senantiasa membersamai Al-Qur’an. Kedekatan dengan Al-Qur’an diharapkan menjadi bagian dari kehidupan mereka, karena orang-orang yang dekat dengan Al-Qur’an akan mendapatkan kemuliaan dan kemudahan dalam kehidupannya dengan izin Allah.
Gathering juga menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada mahasantri yang menunjukkan capaian terbaik dalam proses pembinaan.
Beberapa mahasantri yang mendapatkan apresiasi dari masing-masing angkatan di antaranya Balqis Genius Al-Muttaqin dan Ela Fadila dari Angkatan 10, Desita Aisyah dari Angkatan 11, Hilyatus Aulia Fitri dari Angkatan 12, serta Ainul Asyriyanti dari Program Takhossus.
Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan evaluasi yang menyeluruh mencakup Tahfidz, pencapaian akademik, karakter kesantrian, dan pembinaan Tarbawi.
Penghargaan juga diupayakan untuk diberikan secara bergilir berdasarkan hasil evaluasi, sehingga tidak hanya menjadi bentuk apresiasi bagi mereka yang berprestasi, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi seluruh mahasantri untuk terus berkembang dan memberikan yang terbaik.
