
Rumah Qur’an Ibnu Katsir 7 Sragen terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Lembaga ini kini digerakkan oleh para alumni Ibnu Katsir 1 dan 2, serta diasuh langsung oleh Ustadz Abdul Hamid, alumni Ibnu Katsir angkatan ke-4, yang menjadi mudir sekaligus penggerak utama kegiatan di IBKA 7.
Ibnu Katsir 7 mulai beroperasi sejak 8 September 2022. Hingga saat ini, IBKA 7 telah berjalan lebih dari 3 tahun 4 bulan. Aktivitas pembelajaran sudah dimulai tidak lama setelah kedatangan mudir, hanya berselang sekitar satu minggu. Awalnya, santri yang hadir hanya 1–2 anak, kemudian berkembang secara bertahap menjadi 5, 7, 10 anak, dan terus bertambah hingga sekarang.
IBKA 7 berlokasi di Jalan Kartini, RT 03 Dukuh Bulu, Desa Doyong, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen. Lokasinya cukup strategis karena berada tidak jauh dari jalan raya provinsi, sekitar 500 meter dari jalur utama, sehingga mudah diakses oleh masyarakat sekitar.
Pada awal perintisan, kegiatan pembelajaran dijalankan oleh ustadz Hamid bersama istri beliau. Seiring berjalannya waktu, IBKA 7 mendapatkan bantuan tenaga pengabdian yang terus bertambah setiap tahunnya. Hingga saat ini, jumlah ustadz dan ustadzah mencapai 6 orang yang membantu kegiatan belajar mengajar.
Jumlah santri di IBKA 7 saat ini berada di kisaran 90 santri, terdiri dari santriwan dan santriwati. Santriwati tercatat lebih banyak, dengan jumlah sekitar 40–60 anak. Meskipun sebagian santri usia remaja (SMP ke atas) ada yang mundur karena berkurangnya motivasi mengaji, namun santri usia TK hingga SD terus mengalami penambahan. Penerimaan santri di IBKA 7 bersifat terbuka tanpa batas waktu PPDB, sehingga masyarakat dapat bergabung kapan saja.
Kegiatan harian di IBKA 7 meliputi TPA dan Madin yang dilaksanakan 6 hari dalam sepekan, mulai Ahad sore hingga Jumat sore. Waktu belajar dimulai sekitar 45 menit sebelum adzan Maghrib, dilanjutkan kembali setelah shalat Maghrib. Dari enam hari tersebut, empat hari difokuskan untuk TPA dan dua hari untuk Madin, menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan perizinan yang ada.
Selain kegiatan sore dan malam, sejak tahun ajaran baru terakhir IBKA 7 juga mengembangkan kegiatan pagi, bekerja sama dengan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di sekitar pondok. Bahkan, khusus kelas satu MI, kegiatan KBM dilaksanakan di lingkungan pondok dengan penekanan pada penguatan Al-Qur’an dan Iqra’, dengan target santri kelas satu sudah mampu membaca Al-Qur’an, bahkan diharapkan dapat menuntaskan Juz 30.
Dari sisi sarana prasarana, saat awal berdiri IBKA 7 hanya memiliki sebuah masjid berukuran 6 x 8 meter yang digunakan sebagai pusat kegiatan, serta area samping masjid yang menjadi tempat tinggal mudir dan keluarga. Pada tahun 2022, dimulai pembangunan paving halaman masjid agar lingkungan lebih nyaman dan menarik. Pembangunan ini dilakukan dengan penuh perjuangan, berawal dari dukungan keluarga, masyarakat sekitar, hingga pengorbanan pribadi.
Masih di tahun yang sama, dibangun pula gazebo berukuran 3 x 4 meter yang kini menjadi tempat singgah tamu. Memasuki tahun 2023, IBKA 7 mulai membangun gedung serbaguna yang difungsikan sebagai kelas, asrama, serta ruang kegiatan pagi, sore, dan malam. Gedung ini dilengkapi dengan kamar mandi tambahan untuk menunjang kebutuhan santri dan tamu.
Pada akhir tahun 2024, pembangunan berlanjut dengan rumah dinas mudir. Hingga kini, progres pembangunan telah mencapai sekitar 40%, dan sebagian ruang sudah dimanfaatkan oleh ustadz pengabdian. Diharapkan pada awal tahun 2026, rumah dinas tersebut dapat ditempati secara penuh bersama keluarga.
Perjalanan Ibnu Katsir 7 Sragen merupakan bukti nyata bahwa dakwah dan pendidikan Al-Qur’an tumbuh melalui keikhlasan, pengorbanan, dan kebersamaan alumni Ibnu Katsir serta masyarakat. Dengan izin Allah, IBKA 7 diharapkan terus istiqamah mencetak generasi Qur’ani dan menjadi pusat keberkahan bagi lingkungan sekitarnya.
