
Alhamdulillah, sudah 15 tahun Ibnu Katsir berdiri. Dalam waktu yang relatif singkat, Ibnu Katsir mengalami perkembangan luar biasa hingga memiliki banyak cabang dan meraih ratusan prestasi.
Jika dahulu Rasulullah ﷺ dan para sahabat berhijrah setelah mereka kokoh dalam keimanan, lalu bagaimana dengan kondisi kita saat ini? Sudah semestinya kita menancapkan niat untuk “berhijrah”, terlebih di bulan hurum Dzulqa’dah ini. Apalagi kita akan menyongsong 10 hari termulia di awal Dzulhijjah serta datangnya 1 Muharram 1448 H.
Jika Rasulullah ﷺ dan para teladan terbaik berhijrah dengan meninggalkan kampung halaman dan harta benda, maka mari kita berhijrah dengan cara yang kita mampu. Salah satunya dengan mengurangi waktu bersantai—terlebih di zaman gadget dengan berbagai aplikasinya yang melenakan—untuk “ngopeni” Al Qur’an dan lembaga yang insyaAllah penuh keberkahan ini.
Kita harus meyakini bahwa orang-orang yang “ngrumat” Al Qur’an, hidupnya akan dirawat oleh Allah ﷻ. Jangan sampai waktu kita membuka aplikasi yang tidak bermanfaat lebih banyak daripada waktu kita berinteraksi dengan Al-Qur’an.
Mari kita berhijrah. Dari yang semula sholat masih harus diingatkan, menjadi pribadi yang bersegera ketika mendengar adzan. Adzan adalah konfirmasi keimanan kita. Terlebih bagi laki-laki, sudah semestinya bersegera menuju masjid. Jangan sampai kita sigap mengangkat telepon dari manusia, namun menunda ketika Allah ﷻ memanggil kita lima kali setiap hari.
Hayya ‘alash sholah, hayya ‘alal falah.
Tiada kemenangan yang hakiki kecuali diawali dengan ditegakkannya sholat di awal waktu.
Perbaiki sholat dan interaksi kita dengan Al-Qur’an, lalu wujudkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam akhlak keseharian. Itulah target hijrah kita. Jika itu telah terwujud, insyaAllah “periode Madinah” Ibnu Katsir akan Allah ﷻ tunjukkan jalannya.
Karena itu, mari kita perbarui keikhlasan, luruskan barisan, dan bersungguh-sungguh dalam:
- Mencintai dan memuliakan Al-Qur’an
- Menghafal dan mentadabburi Al-Qur’an
- Mengamalkan dan mendakwahkan Al-Qur’an
Semoga Allah SWT meridhai dan merahmati kita semua dengan Al-Qur’an, sehingga ke depan kita benar-benar merasakan IBKA (Indah Bersama Kemuliaan Al-Qur’an).
Yang mencintai antum karena Allah,
Agus Rohmawan
