
Kualitas pengajaran Al-Qur’an menjadi prioritas utama bagi Ibnu Katsir. Bukti komitmen tersebut terlihat jelas dalam agenda “Daurah Pendalaman Riwayat & Dirayat Bacaan Imam Hafs ‘an ‘Ashim” yang sukses diselenggarakan pada Sabtu, 4 Juli 2026, bertempat di Masjid Al Ichlas Islamic Center, Jember.
Acara yang awalnya dirancang sebagai forum internal bagi para pengajar Ibnu Katsir ini akhirnya dibuka untuk umum karena tingginya antusiasme masyarakat. Tidak kurang dari 130 peserta hadir untuk menimba ilmu langsung dari seorang pakar Qiroat Internasional, Syaikh Mochamad Ihsan Ufiq, Lc., MA..
Syaikh Ihsan Ufiq bukanlah figur sembarangan. Beliau adalah seorang mujaz qiroat asyrah kubro dan imam masjid di Qatar yang telah berkiprah selama 17 tahun di sana. Rekam jejak keilmuan beliau sangat mumpuni, tercatat sebagai murid dari ulama-ulama besar dunia seperti Syaikh Ahmad Isa Al-Ma’sharawy (Syaikhul Maqari Mesir) dan Syaikh Abdurrasyid Ali Ash-Shufi.
Dalam daurah yang berlangsung pukul 08.00–11.30 WIB tersebut, para peserta diajak membedah lebih dalam mengenai bacaan Imam Hafs ‘an ‘Ashim. Materi yang dikupas meliputi:
- Ragam bacaan dalam Thoriq Thayyibah.
- Mengulas 2 wajah bacaan dalam Thoriq Syathibiyyah.
- Pengenalan Matan Tuhfah As-Samannudiyah, sebuah matan tajwid fenomenal abad ini yang sangat komprehensif.
Meski para pengajar sehari-hari telah bergelut dengan bacaan Imam Hafs, daurah ini memberikan banyak wawasan baru yang memperkaya khazanah keilmuan mereka. Hampir semua peserta baru mengetahui bahwa ada lebih dari 50 paket bacaan Hafs, yang mana biasanya mereka hanya tahu dan membaca satu diantaranya, yaitu thoriq Syathibiyyah. Tentu saja, keterbatasan waktu membuat materi tidak bisa disampaikan dengan sempurna.
Momentum kehadiran Syaikh Ihsan Ufiq dimanfaatkan dengan sangat baik oleh para peserta. Terbukti, terdapat 4 asatidz dari Ibnu Katsir yang berhasil menunjukkan dedikasi luar biasa dengan menyetorkan hafalan Matan Tuhfah As-Samannudiyah (sebanyak 237 bait) secara sempurna hanya dalam sekali duduk di hadapan beliau.
Kyai Abuhasanuddin, ketua Yayasan Ibnu Katsir, berharap agar kegiatan seperti ini tidak hanya dilakukan satu tahun sekali. Upgrading keilmuan harus senantiasa diadakan agar kualitas SDM Ibnu Katsir semakin baik. Bahkan beliau berharap bahwa 4-5 tahun lagi, seluruh pengajar Al Quran di Ibnu Katsir sudah mendapatkan sanad Al Qur’an yang bersambung kepada Rasulullah ﷺ.
