Sambut Pejuang Kecil dengan Penuh Cinta, Guru TK Qur'an Ibnu Katsir Bersiap Sejak Masa Liburan

Liburan sekolah bukan berarti seluruh aktivitas pendidikan berhenti. Di TK Qur’an Ibnu Katsir, justru suasana persiapan telah dimulai jauh sebelum bel pertama tahun ajaran baru berbunyi. Para guru dengan penuh semangat kembali “masuk” lebih awal untuk memastikan setiap sudut sekolah siap menyambut para pejuang kecil, terutama peserta didik baru yang akan memulai perjalanan pertama mereka menuntut ilmu.

Kebiasaan ini telah menjadi budaya di TK Qur’an Ibnu Katsir. Bahkan, proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dibuka lebih awal dibandingkan kebanyakan sekolah, yakni sejak bulan Oktober. Dengan demikian, berbagai persiapan menjelang tahun ajaran baru dapat dilakukan secara lebih matang dan terencana.

Secara resmi, para guru mulai masuk sekitar 7 hingga 10 hari sebelum hari pertama sekolah. Namun pada praktiknya, banyak guru yang telah mencicil pekerjaan sejak masa liburan. Mereka mengatur jadwal bersama rekan satu tim untuk menyelesaikan berbagai kebutuhan kelas sehingga saat liburan usai, beban pekerjaan tidak menumpuk.

Bagi para guru, persiapan tersebut bukanlah pengorbanan yang mengurangi waktu beristirahat. Sebaliknya, mereka memandangnya sebagai bagian dari amanah profesi. Manajemen sekolah sejak awal telah menyampaikan target-target yang harus selesai sebelum peserta didik datang, sementara guru diberikan keleluasaan mengatur strategi dan waktu pengerjaannya. Sekolah berperan menyediakan seluruh fasilitas yang dibutuhkan agar pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik.

Persiapan yang dilakukan pun sangat beragam. Mulai dari menyusun silabus dan perencanaan pembelajaran, menyusun kalender kegiatan, melengkapi alat dan bahan belajar di setiap kelas, hingga menghias ruang kelas agar lebih menarik dan ramah anak. Guru juga menyiapkan seluruh perlengkapan untuk kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Tidak hanya guru kelas, para guru yang memiliki amanah sebagai kepala bidang turut menyiapkan kebutuhan sesuai tanggung jawabnya. Bidang perpustakaan, misalnya, menyiapkan berbagai kegiatan literasi dan bahan-bahan pendukung seperti program “DIY Tas Perpustakaanku”. Sementara bidang sarana prasarana melakukan pengecekan seluruh fasilitas sekolah, menyeleksi peralatan yang sudah tidak layak pakai, serta menggantinya dengan yang baru agar lingkungan belajar tetap aman dan nyaman bagi anak-anak.

Tahun ajaran baru ini, TK Qur’an Ibnu Katsir menyambut sekitar 200 peserta didik, dengan sekitar 60 di antaranya merupakan murid baru yang akan memulai pengalaman belajar untuk pertama kalinya di lingkungan sekolah.

Agar pengalaman pertama tersebut menjadi menyenangkan, MPLS tahun ini dikemas dengan konsep yang penuh kreativitas melalui tema-tema harian yang berbeda. Hari pertama mengangkat tema “Taman Bunga dan Buah”, di mana para guru tampil mengenakan kostum bunga, buah, lebah, hingga kumbang sehingga suasana sekolah terasa seperti taman yang hidup dan ceria.

Pada hari berikutnya, tema berubah menjadi Sporty Playground. Anak-anak disambut layaknya memasuki arena bermain. Mereka menerima gelang layaknya tiket masuk wahana, sementara para guru mengenakan atribut bertema olahraga sehingga suasana sekolah terasa seperti taman bermain yang menyenangkan. Hari-hari selanjutnya juga menghadirkan tema-tema menarik lainnya, seperti peri dan berbagai karakter yang dekat dengan dunia anak.

Konsep MPLS di TK Qur’an Ibnu Katsir memang dirancang bukan sekadar memperkenalkan ruang kelas atau lingkungan sekolah. Fokus utamanya adalah membangun mindset bahwa sekolah merupakan tempat yang menyenangkan, aman, dan penuh kebahagiaan. Karena itu, pada pekan pertama materi akademik belum menjadi prioritas. Anak-anak diajak bermain, berinteraksi, beradaptasi dengan guru dan teman-teman, serta belajar berani berpisah sejenak dari orang tua.

Berbagai kegiatan hiburan juga dihadirkan untuk menciptakan pengalaman pertama yang berkesan. Melalui suasana yang hangat dan menyenangkan, diharapkan setiap anak tumbuh rasa percaya diri dan antusias untuk datang ke sekolah setiap hari.

Memasuki pekan kedua, barulah anak-anak mulai dikenalkan secara bertahap dengan nilai-nilai utama yang menjadi ciri khas TK Qur’an Ibnu Katsir. Mereka diajak mengenal Allah Ta’ala, Rasulullah ﷺ, dan Al-Qur’an. Anak-anak diberi kesempatan melihat, menyentuh, bahkan mencium mushaf Al-Qur’an sebagai bentuk penanaman rasa cinta dan penghormatan kepada Kalamullah sejak usia dini.

Seluruh rangkaian persiapan yang dilakukan para guru menunjukkan bahwa menyambut tahun ajaran baru bukan hanya soal membuka kembali pintu sekolah, tetapi juga menghadirkan lingkungan terbaik bagi setiap anak. Di balik kelas-kelas yang indah, properti MPLS yang menarik, dan senyum hangat para guru, terdapat kerja keras yang telah dimulai sejak masa liburan. Semua itu dilakukan agar setiap pejuang kecil yang melangkahkan kaki ke TK Qur’an Ibnu Katsir merasakan bahwa sekolah adalah rumah kedua yang penuh cinta, keceriaan, dan keberkahan.