
Alhamdulillah, TK Qur’an Ibnu Katsir kembali menyelenggarakan acara wisuda dan apresiasi santri sebagai bentuk rasa syukur atas berbagai capaian yang telah diraih anak-anak selama menempuh pendidikan. Kegiatan ini menjadi momentum istimewa bagi para santri, orang tua, dan guru yang telah bersama-sama membersamai proses tumbuh kembang generasi Qur’ani.
Mengusung tema “Apresiasi Generasi Qur’ani Berbudaya untuk Jember Baru Jember Maju”, acara wisuda dilaksanakan pada Ahad, 14 Juni 2026 bertempat di Gedung Zainuri Universitas Muhammadiyah Jember.
Sebanyak 58 santri mengikuti prosesi wisuda tahun ini. Berbagai capaian membanggakan berhasil diraih oleh para santri, tidak hanya dalam hafalan Al-Qur’an, tetapi juga dalam kemampuan literasi dan pembiasaan belajar yang menjadi fondasi penting pada masa usia dini.
Pada wisuda tahun ini, terdapat 16 santri yang berhasil meraih predikat Duta Qur’an, sementara 26 santri telah menuntaskan tasmi’ 1 juz Al-Qur’an.
Selain itu, kemampuan literasi anak-anak juga menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Rata-rata santri mampu membaca 11 buku selama satu tahun pembelajaran. Bahkan, capaian tertinggi diraih oleh ananda Abel dengan 16 buku yang berhasil dibaca, sementara terdapat enam santri lainnya yang berhasil membaca 15 buku dalam periode yang sama.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa pendidikan di TK Qur’an Ibnu Katsir tidak hanya berfokus pada hafalan Al-Qur’an, tetapi juga membangun budaya membaca, kemampuan berbahasa, konsentrasi, dan kecintaan terhadap ilmu sejak usia dini.
Dalam kesempatan tersebut, Ustadzah Anis Rohmatillah, S.Sos., S.Pd., selaku Kepala Sekolah TK Qur’an Ibnu Katsir, menyampaikan sejumlah pesan penting kepada para orang tua dan keluarga besar sekolah.
Beliau mengingatkan bahwa, “Besarnya pahala akan sebanding dengan beratnya perjuangan.”
Menurut beliau, keberhasilan anak-anak tidak terlepas dari peran orang tua yang terus mengarahkan dan mendampingi. Orang tua hendaknya tidak menggantungkan seluruh proses pendidikan kepada sekolah, tetapi turut berperan aktif dalam membentuk karakter dan kebiasaan baik anak di rumah.
Beliau juga menekankan pentingnya fleksibilitas dalam mendidik dan mengasuh anak, karena setiap anak memiliki karakter dan kecepatan perkembangan yang berbeda. Namun, ada satu hal yang tidak boleh ditawar, yaitu pendidikan tauhid sebagai fondasi utama kehidupan seorang muslim.
Dalam penjelasannya, beliau menyampaikan bahwa output pendidikan usia dini bukanlah sekadar kemampuan akademik, melainkan pembiasaan yang baik. Anak yang terbiasa fokus, terbiasa mendengarkan, dan terbiasa belajar akan lebih mudah mengembangkan kemampuan membaca, menulis, dan keterampilan lainnya di masa mendatang.
Beliau juga mengingatkan agar orang tua tidak membandingkan perkembangan anak satu dengan yang lain, karena setiap anak memiliki perjalanannya masing-masing.
Sebagaimana perbedaan waktu antara Papua dan Jakarta, atau kendaraan yang melaju dengan kecepatan berbeda di jalan tol, setiap anak memiliki waktu terbaiknya untuk bertumbuh dan berkembang.
Melalui kegiatan ini, TK Qur’an Ibnu Katsir berharap semangat belajar Al-Qur’an terus tumbuh di tengah keluarga para santri. Kebersamaan antara sekolah, guru, dan orang tua menjadi kunci penting dalam membangun generasi yang mencintai Al-Qur’an dan berakhlak mulia.
Semoga Allah Ta’ala menjaga langkah anak-anak kita, menjadikan mereka generasi yang mencintai Al-Qur’an, berbakti kepada orang tua, serta tumbuh menjadi pribadi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat. Aamiin.
