Menguatkan Peran Orang Tua dalam Kesuksesan Anak : Haflah Akhirussanah Madina Ibnu Katsir 2026

Suasana penuh haru dan syukur menyelimuti Haflah Akhirussanah Madina Ibnu Katsir yang diselenggarakan pada 13 Juni 2026. Mengusung tema “Menguatkan Peran Orang Tua dalam Kesuksesan Anak”, acara ini menjadi momentum istimewa untuk mengapresiasi perjuangan para siswa, orang tua, dan guru dalam menempuh perjalanan pendidikan yang berfokus pada Al-Qur’an dan pembentukan adab.

Pada tahun ini, sebanyak 24 siswa kelas VI mengikuti prosesi akhirussanah. Di antara mereka, terdapat dua siswa yang berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an, masing-masing satu putri dan satu putra, yaitu ananda Nayla dan Althaf. Sebuah pencapaian yang membanggakan dan menjadi bukti bahwa kesungguhan, bimbingan yang tepat, serta dukungan keluarga mampu melahirkan generasi yang dekat dengan Al-Qur’an.

Selain itu, jumlah santri yang menyelesaikan hafalan Zahrawain (Al Baqarah dan Ali Imran) juga terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan dengan jumlah peserta mencapai 30 siswa di tahun ini, jumlah terbanyak hingga saat ini.

Dalam sesi materi utama, Ustadz Abu Hasanuddin, S.Pd. Al Hafizh menyampaikan nasihat yang menyentuh hati. Beliau mengangkat firman Allah Ta’ala:

وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ

“Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah engkau menyebut-nyebutnya (bersyukur).”
(QS. Ad-Dhuha: 11)

Beliau menjelaskan bahwa setiap capaian yang diraih anak-anak merupakan nikmat yang patut disyukuri dan diapresiasi. Tidak semua anak memiliki kemampuan, kondisi, dan potensi yang sama. Ada yang berhasil menghafal 3 juz, 5 juz, 10 juz, 20 juz, bahkan 30 juz. Semuanya adalah prestasi yang istimewa sesuai dengan kemampuan dan proses masing-masing.

Karena itu, orang tua perlu menumbuhkan rasa bangga dan syukur atas perkembangan yang telah dicapai anak-anak mereka.

“Apapun yang sudah diperoleh anak-anak selama berproses adalah sesuatu yang istimewa. Kita sebagai orang tua harus mengapresiasi dan bangga terhadap apa yang telah mereka capai hari ini. Itu adalah anugerah yang besar dari Allah,” demikian pesan yang ditekankan dalam kajian tersebut.

Para siswa yang telah memulai langkahnya di Madina, baik yang telah menghafal beberapa juz maupun yang telah menyelesaikan hafalan 30 juz, diharapkan terus menjaga istiqamah bersama Al-Qur’an, memperdalam pemahaman, mengamalkan isi kandungannya, serta menyebarkan kebaikan kepada masyarakat.

Harapan terbesar sekolah adalah agar para lulusan menjadi pejuang Al-Qur’an, di mana pun mereka berada. Generasi yang tidak hanya unggul dalam hafalan, tetapi juga dikenal karena akhlak mulia dan kontribusinya bagi umat.

Sebagai bentuk penghargaan atas usaha dan kesungguhan para siswa selama menempuh pendidikan, Madina Ibnu Katsir memberikan sejumlah penghargaan khusus kepada siswa terbaik:

  • Terbaik Akademik: Ananda Demes
  • Terbaik Tahfizh: Ananda Naila Rizki
  • Terbaik Adab dan Kemandirian: Ananda Rina

Semoga seluruh lulusan Madina Ibnu Katsir senantiasa diberi keistiqamahan oleh Allah Ta’ala, menjadi generasi yang mencintai Al-Qur’an, berakhlak mulia, serta membawa manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat di mana pun mereka berada.