Ringkasan materi ustadz Ahmad Kautsar S.Pd. oleh Nara, Mahasantri Ibnu Katsir 2

Sebagai umat Nabi Muhammad SAW, sudah sepatutnya bagi kita untuk mengikuti ajaran dan tuntunan yang beliau ajarkan dalam berbagai aspek kehidupan. Perkataan, perbuatan, dan tuntunan beliau menjadi pedoman bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan. Sebab, apa yang disampaikan beliau bersumber dari wahyu Allah, bukan semata-mata dari pemikiran atau keinginan pribadi beliau dalam memutuskan sesuatu. Hal itu sebagaimana disebutkan dalam surah An-Najm (53) ayat 3 dan 4:

وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَىٰ (3) إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَىٰ (4)

3) Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya. 4) Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).

Salah satu bentuk perhatian Rasulullah terhadap umatnya adalah dengan memperhatikan kesehatan, seperti mencontohkan pola hidup sehat, menganjurkan pencegahan penyakit, serta memberikan panduan pengobatan. Di antara pengobatan yang diajarkan beliau adalah berbekam. Hal ini disebutkan dalam hadis:

Dari Ibnu Mas’ud RA, ia berkata, “Rasulullah SAW berbicara tentang malam Isra saat beliau menunaikan perjalanan di malam hari bahwa tidaklah beliau melewati sekumpulan malaikat melainkan mereka menyuruh beliau dengan mengatakan, ‘Perintahlah umatmu untuk melakukan bekam’.” (HR. At-Tirmidzi, Ahmad).

Hal ini juga disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan Imam Muslim sebagai berikut:

“Sesungguhnya sebaik-baik pengobatan yang kalian gunakan adalah bekam.” (HR. Muslim)

Bekam merupakan salah satu bentuk pengobatan yang dikenal dalam sunnah Nabi SAW. Di antara manfaat bekam adalah sebagai salah satu ikhtiar dalam pengobatan berbagai penyakit. Dalam kajian thibbun nabawi, pengobatan tidak hanya berkaitan dengan penyakit fisik. Gangguan yang berkaitan dengan jin juga dibahas dalam pembahasan thibbun nabawi. Berbagai bentuk keluhan yang umum terjadi, seperti keluhan yang tidak diketahui sebabnya, mudah marah, gelisah, sulit tidur, mimpi buruk, rasa berat di tubuh, pikiran negatif yang berulang, gangguan pencernaan, mudah lelah, hingga kehilangan semangat juga kerap dikaitkan dengan kondisi tertentu.

Namun, hal tersebut tidak serta-merta menunjukkan adanya gangguan jin. Seseorang yang mengalami keluhan kesehatan tetap perlu melakukan pemeriksaan kepada tenaga kesehatan. Dalam Islam, ikhtiar pengobatan dapat dilakukan dengan tetap memperhatikan sebab-sebab yang dibenarkan syariat.

Seperti dalam praktik bekam, darah dikeluarkan dari bagian tubuh tertentu menggunakan metode khusus. Hal ini hendaknya dilakukan dengan memperhatikan keamanan dan kebersihan, serta dilakukan oleh orang yang memiliki kemampuan dalam praktik tersebut.

Karena itu, pengobatan dalam sunnah hendaknya dipahami sebagai bagian dari ikhtiar. Kesembuhan pada hakikatnya berada di tangan Allah SWT. Insya Allah, berpegang teguh pada tuntunan Nabi SAW dalam menjaga kesehatan dan memilih pengobatan yang sesuai dengan syariat merupakan salah satu bentuk ikhtiar kita dalam menjaga nikmat kesehatan yang Allah berikan.

Sebagai Muslim, hendaknya kita senantiasa bersyukur atas nikmat kesehatan serta berusaha menjaga jasmani dan ruhani agar dapat maksimal dalam beribadah dan melakukan kebaikan lainnya karena Allah SWT.