
Resume materi dr. Fathul Adhiatmadja, Sp.BS oleh Nara, mahasantri Ibnu Katsir 2
Allah telah mengaruniakan kepada setiap makhluk-Nya berbagai nikmat yang tak terhitung jumlahnya. Salah satu nikmat yang senantiasa mengingatkan bahwa kita diciptakan dan diberi kehidupan adalah otak. Organ ini kita gunakan setiap saat, bahkan hampir dalam seluruh aktivitas sehari-hari. Dengan izin Allah, manusia mampu terus berkembang dalam menjalani kehidupan karena dapat berpikir, merenung, menemukan, merancang, serta memahami berbagai hal melalui otak yang dianugerahkan kepadanya.
Sebagai pusat sistem saraf yang mengendalikan dan mengoordinasikan seluruh aktivitas tubuh, otak memiliki peran penting dalam membentuk pikiran, emosi, dan perilaku manusia. Karena itu, kondisi otak turut memengaruhi baik dan buruknya tindakan seseorang.
Hal ini dapat kita lihat pada perasaan jatuh cinta yang sering dianggap berasal dari jantung karena menimbulkan rasa gugup dan jantung berdebar. Padahal, jantung berdebar karena menerima sinyal dari otak yang kemudian melepaskan zat-zat kimia tertentu sehingga muncul rasa gugup dan berdebar tersebut.
Otak memiliki sistem yang jauh lebih canggih daripada teknologi kecerdasan buatan (AI) yang ada saat ini. Bahkan, belum ada yang mampu menggantikan fungsi otak ketika organ tersebut mengalami gangguan berat seperti tumor atau kanker otak. Jika beberapa organ tubuh lain masih dapat diganti, maka otak tidak dapat diganti. Hingga saat ini, transplantasi otak ke manusia hidup secara medis belum dapat dilakukan.
Sebagai bentuk rasa syukur atas karunia dari Sang Khaliq, kita perlu menjaga kesehatan otak dengan membiasakan berbagai kebiasaan baik. Selain membantu mempertahankan kualitas hidup, kebiasaan tersebut juga menjaga tubuh tetap prima dan mengurangi risiko berbagai gangguan neurologis yang dapat mengancam kesehatan. Di antara kebiasaan tersebut adalah sebagai berikut:
- Puasa
Berpuasa dalam rentang waktu tertentu dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan mengaktifkan proses autofagi, yaitu proses pembersihan komponen sel yang rusak sehingga membantu regenerasi sel, termasuk pada sistem saraf. Selain itu, puasa juga dapat membantu menurunkan penanda inflamasi yang menjadi penyebab peradangan dalam tubuh.
Di sisi lain, puasa melatih disiplin biologis dan mental sehingga dapat mendukung produktivitas, prestasi akademik, sekaligus meningkatkan kualitas spiritual seseorang.
- Istirahat yang Cukup
Istirahat yang cukup berperan penting dalam menjaga fungsi otak. Saat tidur, otak memproses informasi, mengonsolidasikan memori, serta meningkatkan kemampuan belajar dan daya ingat.
Namun, perlu digarisbawahi bahwa tidur yang baik tidak hanya ditentukan oleh lamanya waktu tidur, tetapi juga oleh kualitas tidur. Tubuh dan otak membutuhkan waktu istirahat yang optimal melalui berbagai fase tidur, terutama fase tidur dalam (deep sleep).
Sebagai contoh, Rasulullah ﷺ dan para sahabat banyak mengisi malam mereka dengan ibadah. Namun, karena memiliki pola istirahat yang berkualitas, mereka tetap mampu menjalani aktivitas sehari-hari dengan penuh semangat dan kekuatan.
- Bangun Pagi
Bangun pagi membantu tubuh memasuki kondisi siaga secara alami. Pada pagi hari, tubuh melepaskan hormon kortisol dalam kadar yang optimal sehingga meningkatkan kewaspadaan, kesiapan fisik, dan konsentrasi.
Karena itu, orang yang terbiasa bangun pagi umumnya memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menjalani aktivitas dibandingkan mereka yang bangun lebih siang. Menariknya, Islam telah mengajarkan kebiasaan ini melalui kewajiban salat Subuh yang dilaksanakan pada awal hari.
- Membaca
Membaca merupakan salah satu aktivitas yang sangat baik untuk menjaga kesehatan otak. Kegiatan ini dapat meningkatkan fungsi kognitif, memperkuat memori, serta membantu menjaga efektivitas kerja otak seiring bertambahnya usia.
Selain itu, membaca juga dapat meningkatkan konektivitas antarbagian otak, mengurangi stres, mendorong relaksasi, memperbaiki kualitas tidur, dan berpotensi menurunkan risiko penyakit Alzheimer.
Pada akhirnya, semua hal besar berawal dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Karena itu, marilah kita mulai membangun kebiasaan baik ini agar dapat merasakan manfaatnya di masa mendatang.
Dengan otak yang sehat, tubuh yang lebih prima, dan pikiran yang lebih jernih, kita dapat menjalankan ibadah secara lebih optimal kepada Allah SWT sebagai hamba yang taat dan bersyukur.
Aamiin.
Wallahu a’lam.
