Indonesia Lawan Genosida, Dukung Palestina Merdeka

Di tengah seruan global untuk menghentikan genosida di Gaza dan menegakkan kemerdekaan Palestina, sekelompok delegasi dari Yayasan Ibnu Katsir bersama rombongan masyarakat Jember turut berangkat ke Jakarta. Perjalanan hampir 900 kilometer ini adalah panggilan iman dan komitmen moral bagi negeri yang sejak awal berdiri telah menyatakan dukungan kepada Palestina.

Salah seorang perwakilan Ibnu Katsir yang juga merupakan Wakil Ketua Yayasan Ibnu Katsir, Ustadz Agus, menjelaskan bahwa motivasi utama perjalanan ini adalah karena kedekatan iman dengan saudara-saudara di Gaza.

“Jarak bukan apa-apa jika dibandingkan dengan kedekatan hati kita dengan Gaza. Persaudaraan iman membuat kami tidak berjarak dengan mereka.”

Apalagi, Indonesia dengan Palestina memiliki jalinan ikatan sejarah yang rekat. Ustadz Agus kemudian mengingatkan sejarah penting yang jarang disebut dalam pelajaran sejarah.

Tahun 1945, Indonesia membutuhkan dukungan minimal tiga negara untuk sah berdiri. Utusan Indonesia, seperti Haji Agus Salim dan AR Baswedan, menemui Mufti Palestina, Syekh Amin al-Husseini. Kemudian, Mufti Palestina menyerukan dukungan melalui Radio Berlin. Bahkan seorang hartawan Palestina mengeluarkan harta pribadinya untuk diberikan kepada Presiden Soekarno sebagai modal awal negara.

Sejak saat itu Indonesia berkomitmen, tidak pernah membuka hubungan diplomatik dengan Israel
dan selalu mendukung kemerdekaan Palestina. Hari ini pun komitmen itu dijaga, termasuk melalui kebijakan pemerintah dan bantuan-bantuan besar untuk Gaza.

Landasan keberangkatan ini juga terkait erat dengan pesan Rasulullah ﷺ tentang tiga masjid utama yang harus diperjuangkan untuk dikunjungi, yaitu Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjid al-Aqsa.

Rombongan yang berangkat merupakan gabungan masyarakat Jember yang tergerak melalui seruan media sosial. Ada yang berangkat menggunakan dana pribadi, ada yang dihimpun melalui iuran, dan ada pula amanah dari masyarakat yang tidak bisa ikut namun menitipkan dukungan. Dari Ibnu Katsir sendiri, delegasi terdiri dari Alumni, Santri, Ustadz, serta perwakilan yayasan

Rombongan Jember berangkat pada Sabtu, 11 Oktober 2025 pada pukul 09.30 WIB dan tiba di Jakarta pada Ahad, 12 Oktober 2025, sekitar pukul 03.00 WIB

Kehadiran di Jakarta menjadi penegasan bahwa dukungan terhadap Palestina bukan hanya suara per daerah, melainkan sikap nasional. Aksi besar seperti ini juga menandai bahwa isu Palestina sudah menjadi gerakan global yang melibatkan semua kalangan, termasuk non-Muslim yang memiliki nurani kemanusiaan.

Beberapa harapan besar dari aksi “Indonesia Lawan Genosida, Dukung Palestina Merdeka” adalah:

  1. Tumbuhnya kesadaran umat Islam Indonesia
  2. Terwujudnya gerakan besar yang terpadu untuk pembebasan Palestina
  3. Terjaganya Masjid al-Aqsa
  4. Mewariskan kepedulian ini kepada generasi berikutnya

Semoga, suatu hari umat Islam dari seluruh penjuru dunia bisa shalat dengan aman di Masjid al-Aqsa.

    Merdeka. Allahu Akbar. Palestina akan menang, insyaAllah.